News . 25/10/2026, 17:09 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Cuaca ekstrem memaksa pihak Race Direction membatalkan gelaran Moto3 Australia di Sirkuit Phillip Island. Kabut tebal yang menyelimuti lintasan tak hanya memangkas jarak pandang, tetapi juga menghentikan operasional helikopter medis.
Keputusan ini menjadi kabar pahit bagi Veda Ega Pratama. Pebalap Idemitsu Honda Team Asia asal Gunungkidul itu harus merelakan peluang emas mengawali perlombaan dari barisan terdepan.
Pebalap berusia 17 tahun itu menagku sedih, karena sirkuit Phillip Island merupakan salah satu trek favoritnya.
"Saya merasa sedih," ujarnya dalam wawancara mengutip honda_team_asia
Sebab, ajang itu menurutnya, sekaligus menjadi ajang perpisahan di sirkuit legendaris tersebut.
"Ini adalah balapan terakhir di Phillip Island," ujar Veda.
Meskipun merasa kecewa, Veda tetap menghormati langkah tegas penyelenggara demi keselamatan seluruh pebalap. Ia memilih menyatukan fokus untuk menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Sepang, Malaysia.
"Kita harus menghormati keputusan Race Direction, jadi mari lihat Malaysia, sampai ketemu minggu depan," tambahnya.
Sebelum cuaca buruk melanda, Veda tampil amat dominan sejak sesi latihan hingga kualifikasi pada Sabtu. Ia mengukir sejarah baru bagi dunia balap nasional dengan merebut pole position pertama untuk pebalap Indonesia di kelas Moto3.
Veda mengamankan posisi start terdepan usai mencatatkan waktu putaran terbaik 1 menit 35,420 detik. Ia sukses menjaga fokus dan menembus batas maksimal kendati sempat terlibat kontak dengan pebalap lain pada lap terakhir.
Keberhasilan merebut pole position sempat membuka peluang besar bagi pebalap asal DIY ini untuk menuntaskan balapan di podium utama. Namun, faktor alam memaksa Veda menunda ambisinya dan bersiap tampil habis-habisan di seri Sepang mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media