News . 23/10/2026, 19:58 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Masyarakat diimbau tak panik dan memborong Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemkab Sleman dan Pertamina memastikan pasokan Pertalite hingga Solar di lapangan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga.
Jaminan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Abu Bakar usai memantau langsung ketersediaan BBM bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY di SPBU Kentungan serta SPBU UTY pada Kamis 22 Oktober 2026.
Abu menegaskan kondisi pasokan bahan bakar di Sleman saat ini berada dalam posisi aman dan terkendali.
”InsyaAllah untuk Sleman, teman-teman dari Patra Niaga memantau persediaan stok BBM dan semuanya aman,” kata Abu.
Ia meminta warga tidak melakukan panic buying atau penimbunan. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan pada hari biasa masih terkendali, yakni 10 hingga 15 sepeda motor pada jam sibuk dan berkisar 5 sampai 6 motor pada siang hari.
Penerapan sistem ganjil genap dalam pembelian BBM juga dipastikan belum diperlukan karena distribusi di wilayah Sleman masih berjalan normal.
Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan, menjelaskan peningkatan antrean Pertalite terjadi akibat sebagian konsumen beralih dari Pertamax. Perubahan pola ini membuat permintaan Pertalite di DIY naik sekitar 7 persen.
Meski begitu, Taufiq meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian.
”Meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir. Tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada,” ujar Taufiq.
Pertamina mencatat cadangan stok BBM berada pada level yang sangat memadai. Ketersediaan Solar mencapai 14 kali lipat dari konsumsi harian normal, LPG 4 kali lipat, Pertamax 19 kali lipat, dan Pertamax Turbo hingga 34 kali lipat.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Pertamina dan Pemkab Sleman memetakan SPBU berukuran kecil di jalur sempit untuk skema mitigasi lalu lintas. Pemerintah juga melarang keras praktik pembelian BBM secara berulang demi dijual kembali.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media