Dari Saluran Irigasi Jadi Pemandian Alami, Pancuran Tuk Bulus Ngemplak Sleman Resmi Dibuka
Pemandian Pancuran Tuk Bulus di Bimomartani Ngemplak Sleman resmi dibuka. Tempat ini tawarkan mata air alami bening yang cocok untuk pesepeda.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id - Kolam terbuka berukuran 5x11 meter berisi aliran mata air bening di bawah rimbunnya pohon bambu kini resmi menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Sleman. Pemandian alami bernama Pancuran Tuk Bulus ini berlokasi di Padukuhan Tegal Balong, Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak.
Tempat pemandian ini diresmikan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Penandaan pembukaan dilakukan melalui penandatanganan prasasti dan penanaman bibit pohon di area sekitar kolam.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi dan meminta agar kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus dibangun tanpa sekat demi kemajuan bersama," ujar Harda.
Harda mengatakan pemerintah daerah siap mendampingi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui program sinergi dari tingkat kapanewon hingga kalurahan.
Baca Juga
Area yang kini menjadi lokasi wisata tersebut dulunya merupakan saluran pengairan lahan pertanian. Warga Tegal Balong kemudian bergotong royong mengubahnya menjadi pemandian umum terbuka.
Lurah Bimomartani Tutik Wahyuningsih menjelaskan, proses penataan lokasi ini memerlukan waktu lebih dari satu tahun. Langkah penataan dilakukan agar kolam buatan tersebut mudah dibersihkan dari endapan pasir.
"Kami juga mohon dukungannya bapak Bupati agar ke depannya Tuk Bulus tidak hanya menjadi ikon baru bagi Bimomartani, tetapi juga mampu terintegrasi dengan wilayah sekitar seperti Dusun Tegal Balong, RT 5, hingga Pondok Suruh," kata Tutik.
Nama Tuk Bulus diambil dari bahasa Jawa. Tuk berarti sumber air. Air bersih dialirkan langsung dari bawah pohon besar menggunakan potongan bilah bambu untuk mengisi kolam berkedalaman 1,5 meter tersebut.
Lokasi pemandian ini berada di rute strategis jalur kepulangan pesepeda dari arah Kaliurang. Kesegaran air alami di tempat ini menjadi pilihan tepat bagi pesepeda yang ingin langsung mandi setelah menempuh jalur gravel atau blusukan.
Fasilitas pendukung di lokasi sudah terbangun memadai. Pengelola menyediakan anak tangga aman berpagar bambu, beberapa gazebo, serta kamar mandi umum.
Baca Juga
Dulu tarif yang dikenakan warga sangat terjangkau. Pengunjung hanya membayar Rp3.000 untuk mandi. Bagi yang ingin menyewa pelampung ban, pengelola mengenakan tarif Rp2.000. Kotak kejujuran disiagakan di area masuk untuk pembayaran tiket sementara.
Kebersihan kolam dijaga secara rutin oleh warga setempat. Setiap Minggu siang, kolam Pancuran Tuk Bulus dikuras total untuk membersihkan material pasir di dasar air, sehingga kenyamanan pengunjung saat berenang tetap terjaga.
Harapannya tentu Pancuran Tuk Bulus dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Sehingga ada pemasukan lebih banyak.