Ancaman Lahar Dingin di Depan Mata, BPBD Sleman Petakan Titik Rawan Sepadan Sungai Merapi
BPBD Sleman perpanjang siaga darurat Merapi hadapi ancaman lahar dingin. Jutaan meter kubik material vulkanik di puncak siap terseret hujan ekstrem.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id - Ancaman terjangan banjir lahar dingin dari lereng Gunung Merapi membayangi wilayah Sleman. Pemerintah kabupaten memperpanjang status siaga darurat seiring tingginya potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim.
Berdasarkan data mitigasi, volume material vulkanik di sektor barat daya tercatat mencapai 4,3 juta meter kubik. Sementara itu, cadangan material di sisi selatan berada pada angka 2,2 hingga 2,3 juta meter kubik.
Tumpukan material tersebut dalam kondisi labil dan berisiko terseret arus deras saat intensitas hujan di puncak gunung melampaui ambang batas normal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan status darurat ini diperpanjang untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi secara optimal.
Baca Juga
"Status kita masih Siaga Darurat Gunung Merapi dan hari ini ulang tahun yang keenam. Kalau Sleman sendiri menetapkan status siaga darurat untuk erupsi Gunung Merapi, erupsi terus sampai kapan tidak tahu, tapi surat siaganya sampai bulan Desember," ujar Bambang Kuntoro, Kamis 5 November 2026.
Potensi ancaman lahar dingin dipetakan langsung berdampak pada jalur aliran sungai yang berhulu di Merapi. Wilayah yang masuk dalam zona pengawasan ketat meliputi sepadan Kali Boyong, Kali Turgo, Kali Purwobinangun, hingga kawasan Pakem dan Cangkringan.
Aliran air limpasan dari hulu berpotensi meluber ke area perkampungan atau merusak akses jembatan jika curah hujan harian melonjak drastis.
"Kalau kondisi daruratnya, potensi lahar dingin di barat daya itu kan 4,3 juta meter kubik, yang selatan 2,3 juta meter kubik. Itu yang potensinya kalau hujan lebat di puncak, potensi untuk terjadi banjir bandang," tambahnya.
Pemerintah daerah menginstruksikan seluruh jejaring relawan dan pemangku wilayah tingkat kapanewon hingga kalurahan untuk mengaktifkan sistem pemantauan dini.
Koordinasi lintas sektor digalakkan untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba di kawasan lereng.
Baca Juga
Warga serta pelaku aktivitas penambangan manual diimbau menjauhi zona bantaran sungai. Larangan beraktivitas diberlakukan secara ketat ketika mendung pekat mulai menyelimuti kawasan puncak Merapi. P
Sementara mengenai pembiayaan penanganan darurat didukung penuh melalui alokasi pos anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi cepat dan perbaikan infrastruktur darurat di lapangan.