Lautan Manusia Putihkan Lapangan Denggung Gus Ali Gondrong dan Gus Muwafiq Getarkan Hari Jadi Sleman
Lautan manusia memadati Lapangan Denggung Sleman saat menghadiri pengajian dan sholawatan akbar memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.Foto:HumasSleman
jogja.fin.co.id – Lapangan Denggung Sleman mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam. Ribuan warga dan pencinta sholawat dari berbagai penjuru berkumpul memadati area terbuka tersebut demi menghadiri panggung Pengajian dan Sholawatan Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
Dua tokoh ulama besar berskala nasional, Gus Mohammad Ali Shodiqin (Gus Ali Gondrong) yang populer dengan gerakan Mafia Sholawat, serta kiai nyentrik penuh karisma Gus Muwafiq, sukses menggetarkan panggung kehormatan dan membius para jemaah yang hadir hingga menjelang dini hari.
Momentum Lembutkan Hati Lewat Sholawat
Acara keagamaan berskala besar ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi daerah, termasuk Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Danang Maharsa, serta seluruh unsur Forkopimda Sleman. Kehadiran para pejabat ini melebur bersama rakyat dalam lantunan selawat dan doa bersama demi keselamatan bumi Sembada.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengaku sangat terharu melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Baginya, kehadiran ribuan warga secara sukarela membuktikan bahwa ikatan batin dan spiritualitas masyarakat Sleman masih sangat kokoh di tengah arus modernisasi.
Baca Juga
“Saya berterimakasih kepada Gus Muwafiq dan Gus Ali Gondrong yang telah hadir membersamai kita. Melalui sholawat, hati kita dilembutkan, melalui pengajian, kita diberi tambahan ilmu, dan melalui kebersamaan seperti malam ini, persaudaraan serta silaturahmi di antara kita semakin dikuatkan,” ungkap Harda Kiswaya dengan penuh rasa syukur.
Harda Kiswaya Tegaskan Pembangunan Tidak Cuma Soal Fisik
Di sela-sela acara, Harda Kiswaya juga menyelipkan pesan penting mengenai visi masa depan Kabupaten Sleman. Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya diukur dari megahnya gedung-gedung bertingkat, halusnya aspal jalan raya, atau masifnya pembangunan infrastruktur fisik semata.
Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengawal keseimbangan antara kemajuan kota dan kualitas moral warganya melalui berbagai kegiatan penguatan spiritual.
“Kabupaten Sleman tumbuh bukan hanya maju infrastrukturnya, tetapi juga menjadi daerah yang masyarakatnya memiliki karakter kuat, akhlak yang baik, toleransi yang tinggi, dan kepedulian sosial yang kokoh. Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan mental, moral, spiritual, serta akhlak masyarakat," tegas sang Bupati.
Baca Juga
- Hadapi Disrupsi Digital, Wabup Sleman Danang Maharsa: Pancasila Harus Jadi Living Ideology!
- Langit Borobudur Berhias 2.570 Lampion Waisak, Wapres Gibran dan Menteri Ikut Terbangkan
Suasana pengajian berlangsung sangat khidmat sekaligus meriah. Kombinasi ceramah kebudayaan khas Gus Muwafiq yang berbobot serta lantunan sholawat berenergi tinggi dari Gus Ali Gondrong berhasil menciptakan ruang refleksi spiritual yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Sleman pada usia kabupaten yang ke-110 tahun ini.