Sinergi Kampus UWM dan Warga Sriharjo Selamatkan Arsitektur Tradisional Jawa
Dosen Arsitektur UWM memberikan edukasi pelestarian rumah tradisional Jawa kepada warga Dusun Butuh di Pendopo Sangibu Bantul.Foto:UWM
jogja.fin.co.id - Mempertahankan rumah tradisional Jawa bukan perkara mudah bagi warga lokal. Tingginya biaya pemeliharaan berkala hingga makin langkanya material klasik seperti genteng kripik sering kali memaksa warga mengganti dinding bambu (gedhek) menjadi tembok bata modern.
Melihat masalah tersebut, tim dosen Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mataram (UWM) turun tangan.
Tim akademisi Fakultas Sains dan Teknologi ini memberikan edukasi teknik perawatan murah dan praktis berbasis kearifan lokal agar warga tak perlu menguras kantong.
Edukasi tersebut dikemas dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pendopo Sangibu, Dusun Butuh, Kalurahan Sriharjo, Kabupaten Bantul, Kamis 6 Agustus 2026 lalu. Sebanyak 20 pemilik rumah tradisional Jawa hadir menyimak solusi dari para pakar itu.
Baca Juga
Sesi penyuluhan dibuka oleh perwakilan pemerintah dusun setempat sebelum tim dosen menyampaikan materi teknis. Dalam kesempatan itu, tim UWM membagikan metode deteksi dini untuk mengenali kerusakan struktur bangunan sejak awal.
Warga diajarkan teknik perawatan preventif yang ramah di dompet. Di antaranya menggunakan pelaburan kapur serta pelapisan tanah liat pada elemen bangunan. Inspeksi berkala pada material kayu juga ditekankan untuk mencegah kerusakan parah.
Selain perbaikan fisik bangunan, tim pakar UWM mengedukasi warga tentang pentingnya penataan ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar hunian. Keterbatasan lahan dan berkurangnya vegetasi belakangan ini dinilai ikut memperburuk kualitas lingkungan permukiman.
Pemilihan jenis tanaman yang tepat terbukti mampu meningkatkan kenyamanan termal dan menjaga iklim mikro di sekitar rumah. Penataan ini dilakukan tanpa menghilangkan estetika asli arsitektur Jawa.
Dalam sesi diskusi, warga mengakui penggunaan material berkualitas seperti kayu jati memang memperpanjang usia bangunan. Namun, mereka tetap membutuhkan pendampingan teknis agar perawatan harian bisa berjalan efisien.
Warga berharap kolaborasi bersama institusi perguruan tinggi seperti UWM dapat terus berlanjut. Sinergi ini dinilai vital untuk menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan nyaman di Daerah Istimewa Yogyakarta.