Intip Dapur Pabrik Pocari Sweat, Strategi Jitu Hadapi Lonjakan Harga BBM
Proses produksi dan botol produk di dalam pabrik PT Amerta Indah Otsuka.Foto: tangkapanlayar UWM
jogja.fin.co.id - Deretan botol minuman berisotonik mengalir cepat di atas ban berjalan pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Kejayan, Pasuruan. Di balik kesegaran produk yang akrab di masyarakat, tersimpan sistem operasional ketat yang jarang tersorot publik.
Rangkaian proses manufaktur tersebut terekam dalam layar monitor saat puluhan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram Yogyakarta mengikuti kunjungan industri secara daring, Jumat. Kegiatan ini menjadi rangkaian Dies Natalis ke-44 UWM.
Dosen Program Studi Teknik Industri UWM, Intan Permatasari, S.T., M.Sc., menjelaskan agenda ini menjembatani teori akademik dengan praktik nyata di lapangan.
"Kegiatan kunjungan industri ini merupakan agenda penting bagi kami untuk menjembatani antara teori yang didapatkan di dunia akademik dengan praktik nyata di dunia industri," kata Intan, Jumat 18 September 2026.
Baca Juga
Ia menilai PT Amerta Indah Otsuka sebagai industri manufaktur berstandar global yang menerapkan disiplin operasional tinggi. Disiplin itu terlihat dari efisiensi lini produksi, sistem manajemen mutu, hingga komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Selama tur pabrik virtual, mahasiswa mengamati langsung tahapan produksi higienis. Proses bermula dari pembentukan resin plastik, pencetakan botol atau blow molding, pengisian cairan atau filling, hingga penyusunan produk ke atas palet atau paletizing untuk distribusi.
Sesi tanya jawab menghadirkan dinamika menarik ketika mahasiswa Teknik Industri UWM, Dandi Eka Setiawan, mengajukan pertanyaan kritis mengenai strategi bisnis perusahaan.
Dandi menyoroti kondisi fluktuasi harga bahan bakar dan cara perusahaan bertahan menjaga efisiensi di tengah ketidakpastian biaya.
Manajemen PT Amerta Indah Otsuka yang diwakili Indah dan Yusminar memaparkan strategi optimalisasi rantai pasok serta efisiensi energi yang diterapkan secara konsisten. Mereka menjelaskan bahwa penentuan harga jual tidak hanya bertumpu pada biaya produksi.
"Penentuan harga jual produk tidak hanya berpatokan pada biaya produksi semata, tetapi juga memperhitungkan daya beli konsumen, nilai kualitas produk berstandar kesehatan tinggi, serta dinamika pasar dan biaya logistik secara keseluruhan," ujar Indah dan Yusminar.
Baca Juga
Melalui kunjungan ini, mahasiswa Teknik Industri UWM memperoleh gambaran utuh mengenai penerapan ekonomi teknik, manajemen kualitas, dan sistem kerja profesional di industri manufaktur skala global.