News . 17/05/2026, 14:01 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Proses penyelidikan kasus kejahatan jalanan atau klitih di kawasan Stadion Kridosono yang menewaskan seorang pelajar berinisial AA (17/18) mulai menemui babak baru. Pihak Satreskrim Polresta Yogyakarta mengendus adanya kejanggalan dari keterangan rekan korban yang bertindak sebagai joki atau pengendara sepeda motor saat malam kejadian.
Hingga saat ini, tim penyidik belum bisa menyimpulkan kronologi utuh maupun motif di balik aksi penganiayaan berdarah tersebut. Pasalnya, kesaksian dari satu-satunya saksi kunci yang berada di lokasi kejadian itu dinilai belum konsisten dan kerap berubah-ubah.
Aparat kepolisian sebenarnya sudah bergerak cepat dengan membawa rekan korban menyusuri kembali rute pelarian dari Jalan Magelang hingga titik eksekusi di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta. Namun, selama proses rekonstruksi awal di lapangan tersebut, saksi dinilai memberikan keterangan yang membingungkan petugas.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menegaskan bahwa pihaknya belum berani membeberkan kronologi resmi ke publik karena data dari saksi hidup ini masih rentan berubah. Tim penyidik menduga ada faktor psikologis atau hal lain yang membuat saksi enggan terbuka sepenuhnya.
“Kronologis kejadian kita belum bisa pastikan bagaimana. Korban itu berdua sama kawannya, yang sebagai joki. Nah, ini lagi kita ajak muter untuk cek TKP dan masih ada perubahan, artinya keterangan si saksi ini belum konsisten. Makanya kita belum berani mengungkapkan kronologisnya,” jelas Kompol Riski Adrian saat memberikan konfirmasi resmi.
Pihak kepolisian tidak menampik adanya indikasi bahwa saksi kunci tersebut sengaja menyembunyikan informasi krusial tertentu. Ketika disinggung mengenai apakah kelompok pelaku dan pihak korban sebenarnya saling mengenal, polisi belum bisa memberikan jawaban pasti akibat buntunya pemeriksaan ini.
Tim penyidik terus melakukan pendekatan persuasif untuk memulihkan kondisi psikologis saksi. Polisi memaklumi bahwa saksi mungkin saja mengalami syok berat setelah melihat langsung rekannya tewas mengenaskan akibat tebasan senjata tajam.
Guna memecah kebuntuan dan menguji validitas omongan saksi, Satreskrim Polresta Yogyakarta kini mengandalkan metode pelacakan digital secara masif. Tim penyidik sedang menyisir rangkaian rekaman gambar dari kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rute-rute vital Kota Yogyakarta.
Penyisiran CCTV dilakukan secara estafet mulai dari titik awal di Jalan Magelang, kawasan Samsat, perempatan Pingit, area komersial Borobudur Plaza, Jalan Margo Utomo, hingga ke titik akhir di seputaran Stadion Kridosono. Melalui pencocokan data digital ini, polisi berharap bisa mengungkap fakta yang sebenarnya tersembunyi.
Meskipun arah penyelidikan masih berfokus pada kategori kejahatan jalanan acak atau street crime, polisi menegaskan tidak akan berspekulasi lebih jauh sebelum hasil autopsi resmi dari RS Bhayangkara keluar dan keterangan saksi kunci berhasil disinkronkan secara sempurna dengan bukti visual di lapangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media