NGERI! Klitih Kembali Renggut Nyawa di Jogja, Pelajar Tewas Usai Dikejar Gerombolan Bersajam
Aksi menolak aksi klitih di Jogja beberapa waktu lalu.Foto:ANT
jogja.fin.co.id – Aksi kejahatan jalanan atau disebut klitih kembali mengguncang Kota Yogyakarta dan merenggut nyawa. Seorang pelajar berinisial AA (17/18), warga Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, mengembuskan napas terakhir usai menjadi korban penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam di kawasan Stadion Kridosono, tepatnya di depan SMAN 3 Yogyakarta, Minggu, 17 Mei 2026 dini hari.
Peristiwa berdarah yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ini langsung menjadi atensi penuh aparat kepolisian. Pihak berwajib tengah bergerak cepat menyisir area guna memburu komplotan pelaku yang melarikan diri usai melancarkan aksi kejinya.
Aksi Kejar-kejaran Sengit dari Jalan Magelang
Berdasarkan data penyelidikan awal dari kepolisian, tragedi mematikan ini bermula dari luar kawasan perkotaan. Korban AA saat itu tengah berboncengan sepeda motor dengan seorang rekannya yang bertindak sebagai joki. Perjalanan mereka mendadak berubah mencekam saat melintasi kawasan Jalan Magelang.
Sajumlah orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor secara berboncengan mulai membuntuti dan mengejar korban. Rute pelarian korban teridentifikasi melewati jalur Borobudur Plaza, memutar menuju wilayah Pingit, berlanjut ke Jalan Margo Utomo, hingga akhirnya mereka terpojok di area seputaran Stadion Kridosono.
Baca Juga
“Saat sampai di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta, korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam,” terang Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, saat memaparkan situasi di lokasi kejadian.
Ambruk di Kotabaru Setelah Sempat Mencoba Kabur
Usai membacok korban secara membabi buta, para pelaku langsung memacu kendaraan mereka dan menghilang di kegelapan malam. Dalam kondisi terluka parah, rekan korban berusaha menyelamatkan AA dengan memboncengnya kembali di atas motor untuk mencari rumah sakit terdekat.
Namun, pelarian darurat tersebut terhenti di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Kondisi tubuh AA yang terus melemah akibat pendarahan hebat membuatnya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dari boncengan motor.
"Pada saat saksi dan korban sampai di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta, korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulans milik gereja," tambah Iptu Dani.
Baca Juga
- Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Malpraktik Balita Tewas di RSUD Prambanan
- Niat Berburu Sunrise Usai Main Skateboard, Dua Pemuda Tewas di Embung Kaliaji Sleman
Korban langsung dilarikan ke instalasi gawat darurat RS Panti Rapih Yogyakarta. Sayangnya, meski tim medis telah berupaya melakukan penanganan darurat secara maksimal, nyawa remaja kelahiran tahun 2008 tersebut tidak dapat tertolong.
Polisi Buru Pelaku dan Autopsi Jenazah Korban
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan memperkuat bukti secara hukum, jasad korban kini telah dipindahkan dari RS Panti Rapih menuju RS Bhayangkara Yogyakarta untuk menjalani proses autopsi medis.
Aparat Satreskrim Polresta Yogyakarta saat ini berfokus melakukan pelacakan digital dengan mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sepanjang rute pelarian pelaku, mulai dari kawasan pinggiran hingga pusat kota.
“Lagi kita sisir CCTV, itu kejadian dari Jalan Magelang. Kami sampaikan bahwa kejadian tersebut benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Saat ini dalam proses penyelidikan. Mohon waktu dan mohon doanya,” tegas Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian.