Kisah di Balik SK Guru Besar Prof Mahli Tago dan Canda Rektor UMY Soal Lapangan Bola
Prof Mahli Zainuddin Tago raih gelar Guru Besar UMY.Dok.UMY
jogja.fin.co.id – Jalur akademik menuju gelar tertinggi dinikmati penuh oleh Profesor Mahli Zainuddin Tago. Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini resmi menyandang gelar Guru Besar usai menerima Surat Keputusan dari Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Pencapaian tertinggi ini tidak diraih dengan mudah. Profesor Mahli harus melewati proses birokrasi yang panjang dan berliku. Akumulasi angka kredit miliknya sebenarnya sempat menembus angka di atas seribu saat diajukan melalui Kementerian Ristek Dikti.
Namun, perubahan regulasi memaksa seluruh proses administrasi diulang dari awal melalui jalur Kopertais Kementerian Agama.
Dalam pesan singkat pascapenerimaan dokumen resmi tersebut, Profesor Mahli menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Rektor UMY, Profesor Achmad Nurmandi, Dukungan penuh serta motivasi tegas dari pimpinan universitas diakui menjadi pendorong utama keberhasilannya melewati fase-fase sulit.
Baca Juga
Kelakar Striker dan Lapangan Sepak Bola
Hubungan dekat antara Profesor Mahli dan Rektor UMY diwarnai kelakar unik. Usai melaporkan keberhasilan menerima dokumen fisik bersimbol Garuda tersebut, Profesor Nurmandi berseloroh agar seremonial pengukuhan digelar di lapangan sepak bola saja.
Candaan tersebut merujuk pada kebersamaan mereka di luar jam dinas kampus. Keduanya aktif memperkuat tim sepak bola Dosen Karyawan (Dokar) UMY. Dalam formasi tim, Rektor UMY Profesor Nurmandi bertindak sebagai kapten, sedangkan Profesor Mahli menempati posisi striker utama.
Agenda pengukuhan resmi akhirnya disepakati pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Jadwal ini dikejar secara ketat agar momentum pidato pengukuhan bertepatan dengan masa mudik musim panas anak dan cucunya yang sedang berlibur dari Norwegia di Yogyakarta sebelum kembali pada awal Agustus.
Maraton Lintas Provinsi Demi Tugas
Dedikasi Profesor Mahli langsung diuji sesaat setelah memegang dokumen kelulusannya di Jakarta. Mengalami penundaan penerbangan selama satu jam di Bandara Soekarno-Hatta tidak menyurutkan langkahnya untuk langsung terbang menuju Padang pada sore hari yang sama.
Baca Juga
- Kisah di Balik SK Guru Besar Prof Mahli Tago dan Canda Rektor UMY Soal Lapangan Bola
- Ketika Ratusan Guru Besar Harus Lulus Ujian Kesabaran Menunggu Menteri Agama
Rute perjalanan diubah mendadak demi memenuhi panggilan rapat kerja darurat bersama tokoh masyarakat, Murady, di Sungai Penuh. Mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 22.00 WIB, Profesor Mahli langsung menempuh perjalanan darat maraton malam hari selama 8 jam membelah jalur Sumatra menuju Kerinci.
Rentetan kelelahan fisik akibat antrean panjang birokrasi di Jakarta hingga perjalanan darat luar kota dirasa hilang seketika. Status resmi sebagai Guru Besar baru menjadi energi tambahan untuk menuntaskan tanggung jawab akademis dan pengabdian masyarakat.