Senin, 20 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Menteri Agama Ingatkan Para Guru Besar Tetap Tawadhu dan Utamakan Iman

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
19/07/2026, 15:05 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Menteri Agama Ingatkan Para Guru Besar Tetap Tawadhu dan Utamakan Iman

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat memberikan arahan dalam acara penyerahan SK Guru Besar Kemenag di Jakarta.Dok.Kemenag

jogja.fin.co.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memberikan arahan kepada 119 Guru Besar ilmu keagamaan yang baru menerima Surat Keputusan (SK)..

Dalam penyerahan dokumen resmi di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Senin, 13 Juli 2026, Menag menekankan pentingnya menjaga moralitas spiritual di samping capaian akademik tertinggi.

Nasaruddin Umar mengatakan, gelar Profesor merupakan hak bagi individu yang konsisten berkreasi, berjihad, dan berijtihad dalam keilmuan. Melalui landasan teologis, Menag mengingatkan bahwa iman harus diletakkan di atas ilmu pengetahuan.

Para penyandang gelar akademik tertinggi di lingkungan Kementerian Agama diminta untuk menjauhi kesombongan lahir maupun batin.

Otoritas keilmuan yang besar wajib mendekatkan para profesor pada nilai-nilai ketawadhukan, bukan justru menganggap remeh pendidik lain sebagai guru kecil.

Senada dengan Menag, kritik tajam mengenai tanggung jawab pascakelulusan disampaikan oleh Dirjen Diktis Kemenag, Profesor Amin Suyatno.

Pihak kementerian menyoroti adanya fenomena oknum dosen yang menjadikan gelar Guru Besar sebagai titik akhir dari produktivitas ilmiah mereka.

Kemenag menyayangkan sikap stagnan tersebut di tengah besarnya kebutuhan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pertumbuhan jumlah Guru Besar keagamaan yang kini terpusat di bawah Kemenag ditargetkan mampu mendongkrak capaian akreditasi serta kualitas program studi pascasarjana.

Sebagai pembanding, Profesor Amin mencontohkan kinerja Menteri Agama yang tetap produktif melahirkan 46 karya buku di tengah kesibukan birokrasi negara yang sangat padat.

Baca Juga

Dedikasi tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi para profesor baru untuk terus menulis.

Wacana Pembatasan Formasi Sistem Eropa

Langkah strategis terkait masa depan tata kelola akademik dipaparkan oleh Sekjen Kemenag, Profesor Kamaruddin Amin. Pihak kementerian kini tengah mengkaji arah kebijakan baru dengan mengadopsi sistem manajemen Guru Besar yang berlaku di negara-negara Eropa.

Di Eropa, posisi Profesor merupakan instrumen yang dikunci dalam sistem formasi tetap yang sangat ketat untuk mengawal kualitas pembelajaran.

Tiap program studi hanya dipimpin oleh formasi Guru Besar yang jumlahnya dibatasi dan tidak dapat ditambah.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja