Menteri Agama Ingatkan Para Guru Besar Tetap Tawadhu dan Utamakan Iman
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat memberikan arahan dalam acara penyerahan SK Guru Besar Kemenag di Jakarta.Dok.Kemenag
jogja.fin.co.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memberikan arahan kepada 119 Guru Besar ilmu keagamaan yang baru menerima Surat Keputusan (SK)..
Dalam penyerahan dokumen resmi di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Senin, 13 Juli 2026, Menag menekankan pentingnya menjaga moralitas spiritual di samping capaian akademik tertinggi.
Nasaruddin Umar mengatakan, gelar Profesor merupakan hak bagi individu yang konsisten berkreasi, berjihad, dan berijtihad dalam keilmuan. Melalui landasan teologis, Menag mengingatkan bahwa iman harus diletakkan di atas ilmu pengetahuan.
Para penyandang gelar akademik tertinggi di lingkungan Kementerian Agama diminta untuk menjauhi kesombongan lahir maupun batin.
Baca Juga
Otoritas keilmuan yang besar wajib mendekatkan para profesor pada nilai-nilai ketawadhukan, bukan justru menganggap remeh pendidik lain sebagai guru kecil.
Senada dengan Menag, kritik tajam mengenai tanggung jawab pascakelulusan disampaikan oleh Dirjen Diktis Kemenag, Profesor Amin Suyatno.
Pihak kementerian menyoroti adanya fenomena oknum dosen yang menjadikan gelar Guru Besar sebagai titik akhir dari produktivitas ilmiah mereka.
Kemenag menyayangkan sikap stagnan tersebut di tengah besarnya kebutuhan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pertumbuhan jumlah Guru Besar keagamaan yang kini terpusat di bawah Kemenag ditargetkan mampu mendongkrak capaian akreditasi serta kualitas program studi pascasarjana.
Sebagai pembanding, Profesor Amin mencontohkan kinerja Menteri Agama yang tetap produktif melahirkan 46 karya buku di tengah kesibukan birokrasi negara yang sangat padat.
Baca Juga
- Kisah di Balik SK Guru Besar Prof Mahli Tago dan Canda Rektor UMY Soal Lapangan Bola
- Ketika Ratusan Guru Besar Harus Lulus Ujian Kesabaran Menunggu Menteri Agama
Dedikasi tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi para profesor baru untuk terus menulis.
Wacana Pembatasan Formasi Sistem Eropa
Langkah strategis terkait masa depan tata kelola akademik dipaparkan oleh Sekjen Kemenag, Profesor Kamaruddin Amin. Pihak kementerian kini tengah mengkaji arah kebijakan baru dengan mengadopsi sistem manajemen Guru Besar yang berlaku di negara-negara Eropa.
Di Eropa, posisi Profesor merupakan instrumen yang dikunci dalam sistem formasi tetap yang sangat ketat untuk mengawal kualitas pembelajaran.
Tiap program studi hanya dipimpin oleh formasi Guru Besar yang jumlahnya dibatasi dan tidak dapat ditambah.