PGN Masuk RSUP Dr Sardjito, Penggunaan Solar Mulai Dikurangi demi Green Hospital
PGN masuk RSUP Dr Sardjito.Foto:IST
jogja.fin.co.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memperluas pemanfaatan gas bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pemasangan instalasi energi gas di RSUP Dr Sardjito, Sleman. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung operasional rumah sakit sekaligus memperkuat pengembangan konsep Green Hospital.
Pemasangan instalasi resmi dilakukan pada Rabu, 3 Juni 2026. PGN menilai sektor layanan kesehatan membutuhkan dukungan energi yang stabil dan berkelanjutan mengingat aktivitas rumah sakit berlangsung tanpa henti selama 24 jam.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, mengatakan pemanfaatan gas bumi di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung layanan publik yang lebih ramah lingkungan.
“Rumah sakit merupakan layanan publik vital yang membutuhkan dukungan energi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi di RSUP Dr Sardjito menjadi bagian dari upaya bersama mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” kata Hery, Kamis 4 Juni 2026.
Baca Juga
Menurut Hery, pengembangan infrastruktur gas bumi di rumah sakit juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus memperluas akses energi dengan mengacu pada empat aspek utama, yakni ketersediaan pasokan, kemudahan akses, keterjangkauan biaya, dan penerimaan masyarakat terhadap energi yang lebih bersih.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PGN. Kami berharap pemanfaatan gas bumi ini dapat mendukung efisiensi operasional rumah sakit sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih rendah emisi,” ujarnya.
Konsumsi Solar di RSUP Sardjito Mulai Dikurangi
PGN menyebut gas bumi yang disalurkan ke RSUP Dr Sardjito sebagian besar berasal dari sumber produksi dalam negeri. Pemanfaatan energi domestik tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi impor sekaligus mengoptimalkan sumber daya nasional.
Selain dinilai lebih efisien, gas bumi juga menghasilkan emisi lebih rendah dibanding bahan bakar minyak, sehingga dinilai lebih mendukung target pembangunan rendah karbon di sektor pelayanan publik.
Baca Juga
- Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Malpraktik Balita Tewas di RSUD Prambanan
- Niat Berburu Sunrise Usai Main Skateboard, Dua Pemuda Tewas di Embung Kaliaji Sleman
General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, menjelaskan proses pembangunan instalasi gas bumi di RSUP Dr Sardjito berlangsung sekitar delapan bulan.
Instalasi itu nantinya digunakan untuk menopang operasional boiler dan dapur rumah sakit, termasuk kebutuhan dapur gizi pasien.
“Pemanfaatannya diperkirakan mencapai sekitar 30.000 meter kubik gas per bulan. Dengan pembakaran yang lebih efisien dan pasokan yang stabil, kami berharap pemanfaatan gas bumi di RSUP Dr Sardjito dapat terus berkembang,” ujar Hedi.
Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSUP Dr Sardjito, dr. Riat El Khair, mengatakan penggunaan gas bumi menjadi bagian dari upaya rumah sakit mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak jenis solar yang selama ini digunakan dalam jumlah besar.
“Selama ini penggunaan solar cukup besar, baik untuk boiler maupun kebutuhan dapur gizi. Dengan adanya gas bumi, kami berharap operasional rumah sakit menjadi lebih efisien dan mendukung pengembangan Green Hospital,” kata Riat.