Pak Lurah dan Bu Lurah, Dua Pelajar yang Memimpin Tim Paskibraka DIY
Haifa dan Tama, calon Paskibraka DIY 2026 yang dipercaya sebagai Bu Lurah dan Pak Lurah.Foto:HumasJogja
jogja.fin.co.id – Ada “Pak Lurah” dan “Bu Lurah” di antara 38 pelajar yang tengah menjalani karantina sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) DIY 2026.
Mereka bukan pejabat kelurahan. “Pak Lurah” adalah Rafael Putra Pratama, siswa SMA Negeri 5 Yogyakarta. Sementara “Bu Lurah” adalah Haifa Binti Mahir Hamdun, siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta.
Keduanya mendapat tanggung jawab untuk membantu mengoordinasikan 38 calon Paskibraka DIY selama berada di asrama.
Peran tersebut kurang lebih seperti ketua kelas. Haifa dan Tama membantu menyampaikan informasi, mengoordinasikan anggota, serta mengambil keputusan yang berkaitan dengan kehidupan bersama selama masa karantina.
Baca Juga
Tugas itu membuat pengalaman mereka sebagai calon Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan latihan fisik dan teknis upacara. Mereka juga belajar menghadapi perbedaan karakter, mengambil keputusan, serta menjaga kekompakan kelompok.
Memimpin 38 Pelajar dari Latar Berbeda
Sebanyak 38 calon Paskibraka DIY 2026 berasal dari lima kabupaten/kota di DIY. Perbedaan daerah dan latar belakang menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi selama menjalani karantina.
Haifa mengakui, membangun kekompakan di antara puluhan anggota dengan latar belakang berbeda bukan perkara mudah.
“Karena kita memiliki latar belakang yang berbeda, asal yang berbeda, sehingga sedikit ada struggle,” ujar Haifa.
Ia memilih berkonsultasi dengan para pamong dan pelatih ketika menghadapi persoalan dalam dinamika kelompok.
Baca Juga
“Namun saya terus mengkonsultasikan dengan kakak-kakak pamong dan juga para pelatih. Alhamdulillah sampai sekarang kami terus ada perkembangan dan progres dalam berdinamika bersama,” sambungnya.
Bagi Haifa, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter selama menjalani karantina.
Para calon Paskibraka tidak hanya mendapat latihan fisik dan mental. Mereka juga mendapat pembinaan sikap dan karakter, termasuk disiplin dan tanggung jawab dengan terus menerapkan nilai-nilai Pancasila.
Bu Lurah Belajar Mengelola Gugup
Tanggung jawab sebagai “Bu Lurah” berjalan bersamaan dengan tantangan Haifa menghadapi rasa gugup.