Lifestyle . 09/06/2026, 09:20 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Pada peminum kopi rutin, otak perlahan beradaptasi terhadap konsumsi kafein. Sel-sel otak akan membentuk lebih banyak reseptor adenosin untuk menjaga keseimbangan.
Inilah yang membuat tubuh membangun toleransi. Artinya, seseorang mungkin membutuhkan jumlah kafein lebih banyak untuk mendapatkan efek segar yang sama seperti sebelumnya.
Ketika konsumsi kopi dihentikan mendadak, otak yang sudah terbiasa dengan kondisi tersebut perlu menyesuaikan diri kembali. Perubahan itu dapat memicu sakit kepala, rasa lemas, sulit fokus, hingga sensasi tubuh terasa ringan atau melayang.
Meski demikian, efek tersebut umumnya bersifat sementara. Para ahli menjelaskan gejala penghentian kafein biasanya mereda dalam sekitar tujuh hingga 12 hari. Seiring waktu, jumlah reseptor di otak akan kembali menyesuaikan sehingga tubuh perlahan beradaptasi tanpa asupan kopi rutin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media