Minggu, 14 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Malam 1 Suro di Jogja, Mubeng Beteng 2026 Digelar Gratis: Ini Aturan Pesertanya

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
14/06/2026, 20:46 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Malam 1 Suro di Jogja, Mubeng Beteng 2026 Digelar Gratis: Ini Aturan Pesertanya

Peserta mengikuti tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng 2026 di kawasan Keraton Yogyakarta saat malam Tahun Baru Jawa.Foto:DinasKebudayaanDIY

jogja.fin.co.id - Tradisi malam 1 Suro di Yogyakarta kembali hadir tahun ini. Lampah Budaya Mubeng Beteng 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam, 16 Juni 2026 hingga Rabu dini hari, 17 Juni 2026, sebagai bagian dari peringatan Tahun Baru Jawa.

Kegiatan budaya yang sarat makna spiritual ini terbuka gratis untuk masyarakat umum tanpa registrasi. Peserta akan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dalam suasana hening melalui tradisi tapa bisu.

Dinas Kebudayaan DIY menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya adiluhung Yogyakarta yang telah berlangsung turun-temurun.

“Lampah Budaya Mubeng Beteng Tahun 2026 kembali hadir sebagai wujud pelestarian warisan budaya adiluhung Yogyakarta yang sarat makna spiritual dan filosofi kehidupan,” demikian keterangan Dinas Kebudayaan DIY dalam publikasi resminya, dilihat Minggu 14 Juni 2026.

Advertisement

Tradisi ini diselenggarakan oleh Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan fasilitasi dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.

Dalam tradisi Mubeng Beteng, peserta tidak hanya berjalan kaki mengelilingi kawasan benteng Keraton. Tapa bisu atau berjalan tanpa berbicara menjadi bagian penting yang sarat makna refleksi diri.

Sarat Filosofi Tapa Bisu

Dalam filosofi Jawa, tapa bisu dipahami sebagai laku introspeksi terhadap perjalanan hidup selama setahun terakhir. Tradisi ini juga menjadi ruang pengendalian diri sekaligus momen bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Peserta diajak melakukan perenungan, mengendalikan hawa nafsu, serta memanjatkan doa demi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan pada tahun yang akan datang.

Dinas Kebudayaan DIY menjelaskan, Mubeng Beteng merupakan bagian dari Hajad Kawula Dalem, yakni hajatan budaya yang diwariskan turun-temurun dan dilaksanakan bersama masyarakat Yogyakarta.

Baca Juga

“Mari bersama-sama ngalap berkah, merawat tradisi, dan menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Yogyakarta,” tulis Dinas Kebudayaan DIY.

Jadwal dan Rute Mubeng Beteng 2026

Berdasarkan informasi resmi, peserta mulai hadir pada pukul 20.00 WIB. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan macapat pada pukul 21.00–23.00 WIB.

Advertisement

Acara pembukaan berlangsung pukul 23.00–23.30 WIB, dilanjutkan persiapan pemberangkatan pada pukul 23.30–23.50 WIB.

Titik awal dan akhir kegiatan berada di Kagungan Dalem Kamandungan Lor (Keben). Rute perjalanan meliputi Jalan Rotowijayan, Jalan Kauman, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Suryowijayan, Jalan MT Haryono, Jalan Mayjend Sutoyo, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, Jalan Pekapalan Alun-alun Utara, lalu kembali menuju titik awal.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja