TERKUAK! UGM Bantah Teori Gas Alam, Kebakaran Api Misterius Seyegan Dipicu PVC
Tim Peneliti PKPE FT UGM saat mengumumkan hasilpengujian geofisika menggunakan teknologi georadar di rumah warga Seyegan Sleman terkait fenomena kebakaran misterius.Foto:ISTIMEWA
jogja.fin.co.id - Misteri rentetan kebakaran yang melanda kediaman Agusyani Mujiyanto dan Mutfiana di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, mulai terjawab. Tim peneliti dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyimpulkan fenomena tersebut berkaitan dengan material resin poly vinyl chloride (PVC) dan bukan disebabkan oleh kebocoran gas alam.
Kesimpulan baru ini setelah tim beranggotakan 17 pakar dari berbagai disiplin ilmu UGM melakukan serangkaian pengujian laboratorium dan pelacakan lapangan.
Ketua Tim Peneliti PKPE FT UGM, Alva Edy Tontowi mengungkapkan, hasil penelitian terbaru ini sekaligus meluruskan berbagai spekulasi dan dugaan yang sempat berkembang liar di tengah masyarakat.
Tim peneliti sebelumnya menerjunkan drone berkamera Thermal Infrared untuk memantau area hingga radius 200 meter dari lokasi kejadian. Hasil pemantauan udara menunjukkan tidak ada anomali termal atau sumber panas alami dari dalam bumi.
Baca Juga
Selain itu, penyelidikan bawah tanah menggunakan teknologi georadar dan geolistrik juga memperkuat bukti bahwa tidak ada jalur rembesan gas alam di bawah bangunan rumah.
Perjalanan Panjang Riset Mengungkap Misteri Rumah Api
Sebelum Tim UGM merilis hasil laboratorium final ini, penanganan fenomena kebakaran misterius ini dilakukan berbagai tim ahli.
1. Pada Fase Awal: Deteksi Awal Tim Gegana Polda DIY
Pada fase awal ketika puluhan titik api mulai muncul secara acak di dalam rumah, otoritas setempat langsung menerjunkan Tim Gegana Satbrimob Polda DIY ke lokasi kejadian. Melalui pemeriksaan awal di area domestik, tim sempat mendeteksi adanya indikasi rembesan gas metana diduga bersumber dari saluran pembuangan atau bak penampungan kotoran atau septic tank. Perbaikan pada saluran dilakukan, namun titik api baru tetap muncul secara misterius.
Baca Juga
- Ancam Tembak Kaki Korban di JPO Alun-alun Wates, Polisi Gadungan Berambut Perak Ditangkap
- UGM Sebut Pemantik Api Seyegan Masih Gelap, BPBD Sleman Siapkan Berbagai Opsi Darurat
2. Akhir Mei 2026: Temuan Singkapan Gas Rawa oleh UPN Veteran Yogyakarta
Memasuki akhir Mei, Tim Fakultas Teknologi Mineral dan Energi atau FTME UPN Veteran Yogyakarta melakukan peninjauan geologi di sekitar lokasi. Tim yang dipimpin oleh Dekan FTME UPN, Basuki Rahmad, menemukan indikasi kuat keberadaan gas metana bawah permukaan yang berasal dari area bekas rawa purba.
- Bukti Lapangan: Tim menemukan singkapan batuan berwarna gelap di aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban, lengkap dengan kemunculan gelembung-gelembung gas di area genangan air.
- Jalur Patahan: UPN juga mengidentifikasi adanya jalur retakan atau patahan tanah yang mengarah ke utara. Jalur patahan inilah yang diduga menjadi media migrasi gas metana hingga menyasar ke bawah lantai rumah Agusyani. Saat itu, UPN merekomendasikan pemantauan selama satu bulan dan menyarankan penghuni untuk beraktivitas di lantai dua demi keselamatan.
3. Awal Juni 2026: Analisis Awal Gas Hidrogen dan Isu Limbah Ayam oleh PKPE UGM