News . 15/06/2026, 13:30 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Penanganan fenomena api misterius yang terjadi di rumah warga Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, belum mengarah pada kesimpulan akhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman masih menunggu hasil lengkap dari sejumlah lembaga, mulai dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), BRIN, BPPTKG, hingga tim Gegana Satbrimob Polda DIY.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyebut seluruh hasil kajian akan dihimpun sebelum disampaikan kepada Bupati Sleman sebagai dasar pengambilan keputusan penanganan lanjutan.
“Semua laporan akan kita kumpulkan dulu, baik dari UGM, UPN, BRIN, BPPTKG, dan Gegana. Setelah lengkap, baru kita rangkum dan sampaikan ke Bupati,” ujar Bambang saat ditemui di Sleman, disertai dokumentasi petugas yang masih berjaga di lokasi.
Bambang menegaskan, pemerintah daerah belum menentukan langkah final terhadap warga terdampak. Sejumlah opsi masih terbuka, termasuk kemungkinan evakuasi hingga relokasi, bergantung pada hasil kajian ilmiah lintas lembaga.
Menurut dia, temuan awal dari UGM belum cukup menjadi dasar keputusan menyeluruh karena investigasi dari lembaga lain masih berjalan.
“Ini baru dari UGM saja, belum dari UPN, BPPTKG, maupun Gegana. Semua masih kita tunggu,” kata Bambang.
Ia menambahkan, hasil akhir nantinya akan menjadi bahan rekomendasi kepada Bupati Sleman untuk menentukan apakah penanganan dilanjutkan, diperketat, atau bahkan dihentikan jika kondisi dinilai aman.
Aktivitas Lapangan Masih Dijaga, Sejumlah Kejadian Mulai Menurun
Di lokasi kejadian, tim gabungan TRC, Linmas, dan Satpol PP masih disiagakan. Namun intensitas kejadian api dilaporkan mulai berkurang dalam beberapa hari terakhir.
“Teman-teman masih berjaga, tapi kemarin nihil, hari ini juga nihil,” ujar Bambang.
Penurunan kejadian ini membuka beberapa kemungkinan awal di lapangan. Salah satunya dugaan bahwa sumber pemicu sudah tidak aktif. Namun BPBD belum menarik kesimpulan apa pun.
“Bisa jadi karena gasnya sudah habis atau sudah keluar semua. Tapi itu baru dugaan, semua masih kemungkinan,” tambahnya.
Di sisi ilmiah, tim peneliti dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyampaikan hasil kajian. Tim menyimpulkan adanya keterkaitan fenomena dengan material resin poly vinyl chloride (PVC).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media