Selasa, 16 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

TERJAWAB! Tim Gabungan Ungkap Penyebab Api Misterius di Seyegan, Bukan Fenomena Alam

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
15/06/2026, 20:02 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
TERJAWAB! Tim Gabungan Ungkap Penyebab Api Misterius di Seyegan, Bukan Fenomena Alam

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro bersama tim peneliti lintas instansi saat memaparkan hasil akhir kajian fenomena kebakaran Seyegan di Kantor Bupati Sleman.Foto:dok.jogja.fin.co.id

jogja.fin.co.id - Teka-teki mengenai kemunculan api misterius yang berulang kali membakar barang-barang di rumah warga Seyegan, Kabupaten Sleman, akhirnya terjawab. Melalui kajian ilmiah yang melibatkan lintas instansi dan akademisi, Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan bahwa rentetan peristiwa kebakaran tersebut sama sekali tidak dipicu oleh fenomena alam.

Kesimpulan akhir tersebut dipaparkan usai rapat koordinasi antar-instansi di Kantor Bupati Sleman, Senin 15 Juni 2026. Tim gabungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN “Veteran” Yogyakarta, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta berbagai unsur pemerintahan sepakat bahwa tidak ada faktor alamiah yang menjadi pemantik api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan seluruh hasil riset dari berbagai pakar merujuk pada kesimpulan yang sama.

"Intinya bahwa dari fenomena api yang muncul di Seyegan ini, dari hasil penelitian semua sampaikan tadi, tidak ada hubungannya dengan api yang muncul," ujar Bambang.

Advertisement

Temuan Resin PVC dan Analisis Gas Bumi

Berdasarkan data riset, tim ahli tidak menemukan bukti kuat bahwa api muncul secara alami dari lingkungan sekitar. Salah satu temuan penting didapatkan oleh tim UGM melalui uji laboratorium terhadap residu sisa kebakaran di lokasi kejadian.

Hasil analisis laboratorium menunjukkan adanya asosiasi kuat dengan materi resin PVC, jenis bahan kimia yang sangat mudah terbakar apabila terpapar oleh sumber api eksternal.

Di sisi lain, spekulasi mengenai keterkaitan kondisi tanah atau struktur geologi setempat juga terbantahkan. Tim pengamat geologi lapangan dan geofisika dari UPN “Veteran” Yogyakarta menyatakan tidak menemukan korelasi antara kebakaran berulang dengan karakteristik lapisan batuan bumi ataupun keberadaan gelembung gas yang sempat muncul di Sungai Nepen.

Selaras dengan hal itu, BPPTKG juga memastikan kondisi udara dan suhu di area pemukiman warga masih berada dalam batas normal. Berdasarkan pengukuran teknis, tidak ada anomali suhu maupun indikasi keluarnya gas alam berbahaya yang mampu memicu api secara spontan.

Bambang Kuntoro menambahkan, kadar gas lingkungan seperti metana, hidrogen, gas rawa, hingga fosfin berada jauh di bawah ambang batas aman. "Dari masing-masing ini tadi, itu tidak bisa atau di bawah ambang batas untuk bisa menimbulkan api," terangnya.

Baca Juga

Guna memperkuat validasi data visual, otoritas terkait sebelumnya juga telah memasang perangkat kamera pengawas (CCTV) di titik-titik krusial lokasi kejadian. Rekaman visual tersebut difungsikan untuk memantau detik-detik awal munculnya titik api sekaligus menjadi bahan pelengkap bagi penelitian lanjutan.

Terlebih, selama proses observasi lapangan, petugas dari BPBD, Satpol PP, hingga Polsek dan Koramil Seyegan memang tidak pernah melihat langsung api muncul sendiri tanpa sebab.

Polisi Selidiki Potensi Unsur Kesengajaan

Advertisement

Dengan gugurnya faktor fenomena alam, fokus penanganan kasus ini kini resmi beralih ke ranah hukum. Jajaran kepolisian langsung turun tangan guna mendalami kemungkinan adanya faktor manusia di balik teror api tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini bergerak cepat untuk mengumpulkan seluruh fakta pembuktian di lapangan. Polisi memilih berhati-hati dan fokus pada pencarian bukti material sebelum menentukan apakah kasus ini masuk ke ranah tindak pidana atau tidak.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja