Kamis, 18 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Dua Wajah Malam 1 Suro di Solo: Mangkunegaran Berpesta, Kasunanan Batalkan Kirab Pusaka

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
17/06/2026, 11:15 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Dua Wajah Malam 1 Suro di Solo: Mangkunegaran Berpesta, Kasunanan Batalkan Kirab Pusaka

Suasana khidmat para peserta berkebaya dan beskap jawi jangkep berjalan dalam laku tapa bisu membawa pusaka mengitari kawasan Pura Mangkunegaran Solo.

Sebagai gantinya, gerbang Dalem Ageng dikunci rapat. Pihak keraton mengalihkan kegiatan malam itu menjadi ritual internal berupa doa bersama, wilujengan, dan haul PB X di Sasana Parasdya.

Pengagen Paran Para Karsa, KPAA Nur Wijaya Adiningrat, mengonfirmasi bahwa perintah untuk tidak mengeluarkan pusaka itu murni merupakan keputusan langsung dari raja yang sedang bertakhta. Keputusan berani ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek gaib dan fisik secara matang.

"Dengan pertimbangan berbagai macam hal, termasuk prioritas keselamatan pusaka dan lain hal, maka Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono XIV memutuskan untuk tidak mioskan pusaka malam hari ini," tegas Nur Wijaya Adiningrat menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

Beliau juga meluruskan kabar miring dan menyatakan bahwa, "Intinya, otoritas pusaka keraton adalah otoritas dari Sinuhun yang bertahta. Malam ini beliau memutuskan tidak memioskan pusaka dan Dalem Ageng dalam posisi terkunci serta aman."

Advertisement

Meskipun kubu PB XIV Purboyo memilih sunyi, dinamika internal Keraton Solo tetap memunculkan riak di luar pagar. Di sudut rute lain, kubu PB XIV Hangabehi memilih jalan berbeda.

Mereka tetap nekat menggelar kirab mandiri dengan mengarak satu bilah keris, 14 tombak pusaka, serta memboyong tiga ekor kerbau bule keturunan Kiai Slamet sebagai pemimpin rombongan membelah jalanan Solo.

Malam 1 Suro di Solo akhirnya berlalu dengan meninggalkan dua cerita berbeda. Mangkunegaran berhasil memulihkan tradisi lewat lautan manusia yang tertib, sementara Kasunanan Surakarta masih harus bergulat dengan sunyi dan dinamika internal yang belum juga usai.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja