Jumat, 19 Juni 2026
--°C --
-- · --
Sport

Utamakan Stabilitas Finansial, PSIM Jogja Pilih Belanja Pemain Secara Realistis

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
19/06/2026, 18:42 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Utamakan Stabilitas Finansial, PSIM Jogja Pilih Belanja Pemain Secara Realistis

Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno memberikan keterangan pers mengenai strategi transfer pemain dan pembinaan usia muda Laskar Mataram.

jogja.fun.co.id - Manajemen PSIM Jogja mengambil sikap berhati-hati dalam perburuan pemain baru untuk menyambut kompetisi Super League musim 2025/2026.

Skuad Laskar Mataram menegaskan tidak akan melakukan belanja pemain secara jorjoran demi menjaga kesehatan finansial klub.

Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, menjelaskan kebijakan transfer kali ini akan bergerak atas dasar realitas dan perhitungan matang.

Langkah tersebut diambil sebagai investasi jangka panjang agar klub tidak terjebak dalam krisis keuangan di masa depan.

Advertisement

Manajemen memastikan penambahan amunisi baru tetap berjalan untuk memperkuat skuad.

Namun, aktivitas belanja tersebut harus disesuaikan dengan kapasitas anggaran yang dimiliki oleh klub.

"Tapi target itu harus diimbangi dengan pengeluaran klub," ujar wanita yang akrab disapa Liana tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat, 19 Juni 2026.

Liana menambahkan, ambisi mengejar prestasi dengan mendatangkan deretan pemain bintang berbiaya mahal berpotensi merusak struktur keuangan internal.

Manajemen menetapkan visi baru yang berfokus pada keseimbangan skuad dan pembinaan talenta lokal secara mandiri.

"Jadi jangan sampai kami ini jorjoran tapi membuat kapok gitu. Saya punya visi bahwa bagaimanapun juga pengembangan usia mudanya itu harus diperhatikan. Karena kan pengembangan usia muda ini nanti yang akan menyuplai ke first team," papar Liana.

Baca Juga

Liana turut menyoroti tren klub sepak bola lokal yang cenderung instan dengan mengandalkan transfer pemain siap pakai tanpa memikirkan regenerasi.

Bagi manajemen PSIM Jogja, fondasi utama klub yang sehat secara prestasi dan finansial berada pada kekuatan akademi.

Liana mengambil contoh tata kelola sepak bola profesional di luar negeri yang menempatkan pembinaan usia muda sebagai prioritas utama untuk menyokong kebutuhan tim utama.

Advertisement

Hal tersebut kini diadopsi oleh manajemen Laskar Mataram untuk membangun ekosistem klub yang mandiri.

"Di luar negeri adalah pengembangan usia muda, bagaimana usia muda ini bisa menyuplai ke tim utama," urainya.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja