Wali Kota Jogja Ungkap Korban Daycare Little Aresha Alami Gangguan Mental Serius
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat memberikan keterangan pers mengenai penanganan psikologis anak-anak korban daycare Little Aresha.Foto:dok.pemkotjogja
jogja.fin.co.id – Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru yang memprihatinkan. Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini menaruh perhatian penuh pada kondisi psikologis puluhan anak yang menjadi korban.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, membeberkan temuan medis terkait kondisi kejiwaan para korban. Berdasarkan hasil pemantauan tim kesehatan, beberapa anak terindikasi mengalami gangguan mental dengan tingkat keparahan tinggi.
Hasto menegaskan tim medis menemukan indikasi gangguan kejiwaan cukup serius pada beberapa anak. Keterangan tersebut ia sampaikan saat berada di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
"Meskipun itu tidak mesti dari dampak dari daycare ya, tetapi ada yang mental disorder, gangguan mentalnya itu juga cukup serius," ujar Hasto.
Baca Juga
Menurut Hasto, persoalan ini mendesak untuk ditindaklanjuti secara berkala. Masalahnya, trauma psikologis berpotensi menghambat proses tumbuh kembang anak-anak tersebut secara permanen.
"Sehingga butuh di follow-up terus, gangguan pertumbuhan, perkembangannya kan ada yang cukup terganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Nah, itu hal-hal seperti itu yang harus kita evaluasi terus dan kita follow-up terus," lanjutnya.
Pemkot Gandeng RSUP Dr Sardjito dan Psikolog
Merespons situasi darurat ini, Pemkot Yogyakarta bergerak cepat menyusun skema penanganan medis.
Pemerintah daerah resmi menjalin koordinasi administratif dengan RSUP Dr Sardjito guna memastikan pemulihan kesehatan para korban berjalan optimal.
Selain penanganan medis, pemulihan trauma psikologis menjadi prioritas utama. Pemkot Yogyakarta menggandeng Kolegium Psikologi dalam sebuah kesepakatan bersama (MoU).
Baca Juga
- Jogja hingga Gunungkidul Bakal Panas Seharian, Cek Prakiraan Cuaca BMKG 19 Juni 2026
- Bentengi Sekolah dari Narkoba, 96 Pelajar di Sleman Dikukuhkan Jadi 'Sobat Bersinar'
Kerja sama berkelanjutan ini bertujuan menerjunkan tim psikolog profesional untuk mengawasi dinamika perkembangan mental anak secara intensif.
Pendampingan 63 Anak Korban
Hasto menyebutkan, data terkini menunjukkan 63 anak terdaftar dalam program pendampingan pemerintah daerah.
Namun, jumlah anak dalam basis data pemantauan ini masih bersifat dinamis karena pergerakan domisili keluarga korban.
"Kemarin terakhir datanya 63 ya, 63. Tapi kan ada yang masih ini, masih ada yang ingin, ada yang pindah ke tempat lain (daycare), di luar kota gitu. Tapi nanti kan masih dinamis, kalau ada yang balik lagi ke Jogja juga kami terima," katanya.