Anggaran BBM Hanya Cukup Sampai September, Damkarmat Yogyakarta Mulai Selektif Layanan
Armada mobil pemadam kebakaran Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta bersiap di markas operasional.Foto:ANT
jogja.fin.co.id – Lonjakan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamina Dex berdampak langsung pada ketahanan anggaran operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta.
Instansi ini memproyeksikan alokasi dana pembelian BBM yang bersumber dari APBD murni tahun anggaran berjalan hanya mampu mencukupi kebutuhan armada hingga akhir Agustus atau awal September 2026.
Kondisi tersebut terjadi setelah harga Pertamina Dex di pasaran sempat menembus angka di atas Rp27.000 per liter.
Tingginya harga komoditas energi tersebut otomatis menguras ketersediaan anggaran daerah yang telah dipatok sejak awal tahun dengan asumsi harga lama.
Baca Juga
Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, membenarkan adanya kalkulasi sisa ketersediaan anggaran tersebut.
Demi menjamin operasional pemadam kebakaran tidak mandek total sebelum pergantian tahun, pihaknya terpaksa memberlakukan kebijakan penyesuaian di lapangan berupa seleksi ketat terhadap laporan yang masuk dari masyarakat.
"Kami harus memastikan layanan kedaruratan tetap aman. Karena itu ada beberapa layanan non-emergensi yang kami kurangi atau seleksi agar operasional utama tetap berjalan optimal," kata Taokhid di Yogyakarta, Sabtu 20 Juni 2026.
Meski manajemen internal tengah memperketat penggunaan bahan bakar operasional armada, Taokhid menjamin sektor pemadaman kebakaran dan penyelamatan darurat tidak akan terganggu.
Sektor kegawatdaruratan tetap menduduki kasta tertinggi dalam daftar pelayanan publik mereka.
Taokhid menggarisbawahi bahwa seluruh personel operasional di pos-pos pemadam kebakaran tetap bersiaga penuh selama 24 jam.
Baca Juga
- Anggaran BBM Hanya Cukup Sampai September, Damkarmat Yogyakarta Mulai Selektif Layanan
- Tekan Kejahatan Jalanan 3C, Polisi Sisir Titik Rawan dan Indekos di Bantul
Layanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia maupun satwa dipastikan bebas dari pemotongan fasilitas belanja bahan bakar.
"Layanan yang sifatnya emergensi, baik kebakaran maupun non-kebakaran yang berkaitan dengan keselamatan jiwa, tidak ada pengurangan, tidak ada pembatasan, dan tidak ada penolakan," ujar Taokhid secara lugas.
Ruang lingkup penanganan darurat yang tetap berjalan penuh tersebut meliputi pemadaman kebakaran, evakuasi ular, penanganan biawak, pembersihan sarang tawon yang mengancam pemukiman, hingga evakuasi satwa lain yang terjebak dalam kondisi kritis.
Melalui kebijakan baru ini, Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta kini mulai memilah laporan masuk secara ketat.
Petugas di pusat komando akan menyaring aduan yang sifatnya tidak mendesak dan tidak memiliki korelasi dengan ancaman keselamatan jiwa manusia.