Selasa, 23 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Potorono, Polisi Dalami Kronologi

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
22/06/2026, 19:28 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Potorono, Polisi Dalami Kronologi

Ilustrasi jenazah bocah tenggelam.Foto:AI

jogja.fin.co.id - Peristiwa nahas terjadi di sebuah kolam renang kawasan Potorono, Banguntapan, Bantul, pada Minggu 21 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun berinisial SAA, warga Katobu, Muna, Sulawesi Tenggara, dilaporkan tenggelam saat bermain air.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyebut korban tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB bersama keluarganya sebelum mulai beraktivitas di area kolam. Tidak lama setelah korban berada di kolam, petugas menerima laporan adanya anak yang tenggelam di kolam dengan kedalaman sekitar 1,2 meter.

Petugas yang berada di lokasi segera melakukan pengecekan dan berusaha melakukan pertolongan tehradap korban..

“Petugas mengevakuasi korban, namun saat diangkat tubuh korban sudah tidak sadarkan diri,” kata Rita, Senin 22 Juni 2026.

Advertisement

Korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Rajawali Citra, Banguntapan, Bantul, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung melakukan tindakan pertolongan pertama. Namun kondisi korban sudah dalam keadaan kritis.

“Sampai di IGD kondisi korban tidak sadar dan denyut nadinya sudah tidak teraba,” ujar Rita.

Pihak rumah sakit sempat melakukan tindakan darurat medis, tetapi nyawa korban tidak tertolong. Pukul 10.29 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kronologi pasti kejadian. Hingga saat ini, penyebab korban bisa tenggelam belum dapat dipastikan secara rinci.

Rita menyampaikan bahwa area kolam tempat korban tenggelam tidak terjangkau kamera pengawas. Ia menjelaskan, terdapat empat titik kamera pengawas di lokasi tersebut, namun seluruhnya tidak mengarah langsung ke titik kejadian.

“Empat CCTV yang ada hanya menyorot gerbang masuk, loket tiket, kolam bagian timur, dan area seluncuran,” ujarnya.

Baca Juga

Polisi juga memastikan korban datang bersama keluarga saat berkunjung ke lokasi kolam renang. Namun, siapa yang mendampingi korban saat bermain air masih dalam pendalaman. “Korban datang bersama keluarga. Untuk aktivitas saat bermain air masih kami dalami,” ujar Rita.

Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, jenazah SAA sempat dibawa ke rumah pamannya di wilayah Glagah, Tamanan, Banguntapan, Bantul.

Selanjutnya, pihak keluarga memutuskan untuk membawa jenazah kembali ke kampung halaman di Sulawesi Tenggara guna proses pemakaman.

Advertisement

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja