Menilik Suran Mbah Demang Banyuraden: Ritual Jalan Kaki Malam Hari dan Rahasia Kuliner Ketan Tholo
Warga dan barisan Bregada rakyat berjalan kaki memadati jalanan Banyuraden dalam prosesi Kirab Adat Suran Mbah Demang pada malam hari.Foto:HumasSleman
Sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah resmi menetapkan tradisi Suran Mbah Demang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Pengakuan hukum ini sekaligus memasukkan kirab budaya tersebut ke dalam kalender agenda wisata resmi Kabupaten Sleman yang rutin menyedot perhatian wisatawan.
Danang menyatakan rasa bangganya terhadap keteguhan masyarakat Gamping dalam merawat akar sejarah lokal di tengah hantaman deras arus modernisasi global.
Ia mengingatkan bahwa pondasi kebudayaan yang kuat menjadi modal utama masyarakat agar tidak kehilangan identitas asli bangsa.
Baca Juga
Melalui laku budaya yang konsisten seperti ini, implementasi nilai keimanan, keselarasan sosial, dan jalinan gotong royong diharapkan dapat terus membumi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari di Sleman.
Sesi upacara adat malam itu pun berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Panewu Gamping, Lurah Banyuraden, serta jajaran tokoh adat setempat.