Kamis, 09 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Target Pajak Rp1,3 Triliun, BKAD Sleman Blak-blakan Setoran Baru Masuk Separuh

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
08/07/2026, 16:10 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Target Pajak Rp1,3 Triliun, BKAD Sleman Blak-blakan Setoran Baru Masuk Separuh

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan penghargaan kepada perwakilan wajib pajak panutan dalam acara Sarasehan Pajak di Pendopo Parasamya.Foto:Dok.HumasSleman

jogja.fin.co.id – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman membuka data riil capaian pendapatan daerah pada pertengahan tahun anggaran 2026. Hingga akhir Semester I, realisasi penerimaan pajak daerah tercatat belum mampu menyentuh angka separuh dari target utama.

Plt. Kepala BKAD Sleman Abu Bakar blak-blakan menyebutkan bahwa target penerimaan pajak daerah tahun ini dipatok sebesar Rp1,310 triliun. Namun, jumlah uang yang baru masuk ke kas daerah nilainya bertengger di angka ratusan miliar.

“Hingga akhir Semester I 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp618 miliar atau sebesar 47,21% dari target,” ungkap Abu Bakar di sela acara Sarasehan Pajak di Pendopo Parasamya, Selasa malam 8 Juli 2026.

Pengusaha Kakap Jadi Tumpuan

Meskipun capaian total belum menembus angka 50 persen, Pemkab Sleman terbantu oleh kepatuhan sejumlah sektor usaha. BKAD mencatat ada 163 wajib pajak selektif dari berbagai sektor industri yang dinilai tertib aturan dan menjadi panutan daerah.

Para pelaku usaha tersebut mencakup 24 pengusaha perhotelan, 24 pengusaha restoran, 47 sektor manufaktur, 6 rumah sakit, 23 lembaga pendidikan, serta 37 pelaku bisnis properti. Sisanya sebanyak 14 wajib pajak berasal dari sektor berkategori lain-lain.

Selain sektor korporasi, kesadaran warga dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tergolong cukup tinggi. Hingga batas jatuh tempo per 30 Juni kemarin, setoran PBB-P2 masyarakat sudah terkumpul Rp79 miliar dari target yang ditentukan sebesar Rp90 triliun. Pencapaian sektor ini sudah menyentuh angka 87,81 persen.

Tekanan Belanja dan Solusi Daerah

Menanggapi situasi keuangan daerah, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan pentingnya mempererat sinergi antara pelaku usaha dan jajaran pemerintah.

Setiap rupiah dari kontribusi pajak dipastikan akan mengalir kembali untuk mendanai program pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pendidikan, hingga layanan medis masyarakat.

Baca Juga

Tekanan target pendapatan ini juga menjadi sinyal kuat di balik instruksi penghematan anggaran yang belakangan gencar disuarakan kepala daerah.

“Kontribusi Bapak dan Ibu sekalian sangat berarti bagi kemajuan daerah ini. Tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, pembangunan tidak akan berjalan baik,” pungkas Harda didampingi Wakil Bupati Danang Maharsa saat menyerahkan penghargaan bagi wajib pajak berprestasi.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja