News . 12/07/2026, 17:16 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Peran tenaga pendidik di Kabupaten Sleman kini tidak lagi sebatas mentransfer ilmu akademis di dalam kelas. Menghadapi ancaman nyata peredaran gelap narkotika yang mulai menyasar usia remaja, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman melatih para guru agar memiliki kemampuan mendeteksi dini siswa yang terindikasi menggunakan narkoba.
Langkah ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di sekolah Global Islamic School (GIS) 3 Yogyakarta, Jumat 10 Juni 2026.
Sebanyak 111 guru hadir dan langsung dibekali keahlian khusus tersebut oleh tim penyuluh BNNK Sleman.
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., mengatakan, institusi pendidikan harus bertransformasi menjadi baris terdepan dalam memutus rantai peredaran barang haram ini.
Guru dinilai memiliki posisi paling strategis karena interaksi intensif mereka dengan siswa setiap harinya.
"Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara BNN Kabupaten Sleman dan GIS 3 Yogyakarta dalam membangun lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba," ujar Kombes Teguh.
Menurut Teguh, keberhasilan program P4GN di level daerah sangat bergantung pada kepekaan ekosistem sekolah. Guru dituntut tidak hanya jeli melihat nilai ujian siswa, tetapi juga harus peka membaca perubahan perilaku, penurunan psikologis, hingga gejala fisik yang menjadi indikasi awal penyalahgunaan narkotik pada anak.
"Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program edukasi, pencegahan, serta pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada perlindungan anak dan remaja dari bahaya narkotika," jelasnya.
Lebih lanjut, perwira menengah Polri ini menambahkan intervensi sejak dini di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan bangsa.
Melalui para guru, pesan-pesan pencegahan dapat disisipkan secara humanis dalam aktivitas belajar sehari-hari.
"Keberhasilan program P4GN sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dunia pendidikan. Sekolah merupakan benteng utama dalam melindungi anak-anak dari ancaman narkoba," jelasnya.
Melalui para guru, pesan-pesan P4GN dan Gerakan ANANDA BERSINAR dapat ditanamkan sejak dini sehingga terbentuk generasi yang memiliki karakter kuat, berprestasi, dan mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Inilah investasi terbaik untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegas Kombes Teguh.
Sementara itu, Direktur GIS 3 Yogyakarta, Aini Husna, M.Pd., menyambut positif langkah pembekalan ini. Pihaknya sepakat bahwa pola pencegahan konvensional yang hanya mengandalkan ceramah satu arah sudah tidak lagi efektif meredam tren modus peredaran narkoba zaman sekarang yang terus berkembang.
"Kami berharap para guru mampu menjadi agent of change sekaligus penggerak Gerakan ANANDA BERSINAR di lingkungan pendidikan," ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media