Sambut Hari Jadi Bantul ke 195, Bupati Abdul Halim Pimpin Tradisi Jamasan Pusaka
Prosesi penjamasan atau penyucian senjata pusaka tradisional milik Pemerintah Kabupaten Bantul di kompleks Rumah Dinas Bupati Bantul.Foto:DiskominfoBantul
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar ritual adat jamasan atau siraman pusaka tradisional daerah di kompleks Rumah Dinas Bupati Bantul, Rabu, 15 Juli 2026.
Prosesi penyucian benda pusaka ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi sakral menyambut peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang jatuh pada 20 Juli 2026.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih memimpin langsung upacara adat ini dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul beserta jajaran kepala dinas terkait.
"Tradisi ini menjadi salah satu agenda kebudayaan yang rutin dilakukan menjelang Hari Jadi Kabupaten Bantul," tulis Pemkab Bantul melalui akun Instagram resminya, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga
Pemerintah daerah memandang pelaksanaan penjamasan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Agenda tersebut menjadi wujud nyata dari komitmen kuat jajaran pemerintah dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus nilai spiritualitas leluhur.
Peringatan HUT Kabupaten Bantul tahun ini mengusung tema besar Dharmaning Satriyo Akarya Raharjaning Nagari. Tema tersebut membawa pesan mendalam agar seluruh elemen masyarakat mampu mengaktualisasikan nilai-nilai kesatria dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan, pelayanan publik, profesionalisme, serta gotong royong.
Bupati Abdul Halim Muslih juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen kerja. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah tantangan daerah yang semakin dinamis.
“Kita masih memiliki tantangan yang tidak ringan, bahkan semakin berat,” ujar Halim.
Ia meminta para pegawai pemerintah terus bekerja sungguh-sungguh demi menjawab tuntutan masyarakat yang kini semakin kritis.
Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195, Agus Budiraharja menjelaskan makna di balik tema yang dipilih tahun ini. Pengabdian seorang satria harus diwujudkan secara konkret guna menghadirkan kemakmuran bagi daerah.
Baca Juga
- Ketika Langit Parangkusumo Berhias Layang-Layang Dunia, Bantul Makin Dilirik Wisatawan Internasional
- Jamasan Pusaka Tombak Kyai Turunsih di Sleman, Intip Apa Makna Pamor Beras Wutah?
“Hari jadi ini menjadi upaya melihat sejarah sekaligus pondasi untuk membangun Bantul ke depan dan menyinergikan visi pemerintah daerah,” kata Agus.
Pihaknya memastikan peringatan hari jadi tahun ini akan dikemas secara meriah dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas secara aktif. Berbagai acara besar telah disiapkan untuk menghibur warga Bantul selama periode hari jadi.
Beberapa agenda yang diproyeksikan menarik perhatian publik di antaranya adalah Bantul Night Carnival yang menampilkan parade seni malam hari, Mataram Culture Fest, serta pameran produk lokal Bantul Creative Expo. Bagi pencinta olahraga, panitia juga akan menyelenggarakan kegiatan lari massal bertajuk Bantul Run.
Selain agenda hiburan dan seni budaya, Pemkab Bantul juga menjadwalkan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Beberapa di antaranya meliputi program bakti sosial, donor darah massal, pelayanan cek kesehatan gratis bagi warga, ziarah ke makam para mantan pemimpin daerah, hingga pertemuan silaturahmi dengan para mantan bupati dan wakil bupati periode terdahulu.