Ketika Ratusan Guru Besar Harus Lulus Ujian Kesabaran Menunggu Menteri Agama
Profesor Mahli Zainuddin Tago dari UMY saat menunggu penyerahan Surat Keputusan Guru Besar oleh Menag RI Nasaruddin Umar di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta.Foto:Dok.Prof Mahli.
Menariknya, Rektor UMY, Profesor Nurmandi, memberikan respons jenaka saat dihubungi melalui pesan singkat terkait rencana pengukuhan. Profesor Nurmandi berseloroh agar seremonial pengukuhan dilaksanakan di lapangan sepak bola saja. Kelakar tersebut merujuk pada kedekatan keduanya yang aktif bermain di tim sepak bola Dosen Karyawan (Dokar) UMY, dengan posisi Rektor sebagai kapten dan Profesor Mahli sebagai striker.
Pelaksanaan pengukuhan akhirnya disepakati pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Profesor Mahli bergerak cepat memenuhi persyaratan administrasi yang harus masuk ke sekretariat pada H-10, mulai dari naskah orasi hingga video profil. Target waktu ini dikejar secara ketat agar momen pengukuhan bertepatan dengan masa mudik musim panas anak dan cucunya dari Norwegia di Yogyakarta sebelum kembali pada awal Agustus.
Maraton Jalur Udara dan Darat
Perjuangan memperoleh gelar tertinggi ini langsung tersambung dengan agenda kerja yang padat. Pada hari yang sama, Profesor Mahli bertolak menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Padang menggunakan maskapai Lion Air setelah sempat mengalami penundaan penerbangan selama satu jam.
Rute perjalanan diubah mendadak demi mengejar agenda rapat kerja darurat di Sungai Penuh bersama tokoh masyarakat, Murady. Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 22.00 WIB, Profesor Mahli langsung melanjutkan perjalanan darat maraton malam hari selama 8 jam menggunakan mobil Avanza bersama kemenakannya, Sahirul, menuju Kerinci. Meski didera kelelahan fisik, perjalanan panjang tersebut terasa ringan dengan status resmi sebagai Guru Besar baru.