News . 23/07/2026, 11:27 WIB

Antisipasi Dampak El Nino, Disperindag Sleman Pastikan Air Minum Isi Ulang Aman

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih warga saat musim kemarau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memeriksa lima Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kapanewon Prambanan.

Inspeksi dilakukan untuk memastikan kualitas air minum isi ulang tetap aman dan higienis di tengah ancaman fenomena El Nino.

Kapanewon Prambanan diprioritaskan karena masuk kawasan rawan kekeringan. Kebutuhan warga terhadap air minum isi ulang diproyeksi meningkat saat pasokan air bersih berkurang.

Pengawasan menyasar lima lokasi sepanjang Juli 2026. Antara lain Banyu Mili dan Nada Tirta di Kalurahan Madurejo, Ash Shofa di Kalurahan Bokoharjo, Dwi Water di Kalurahan Sumberharjo, serta Aghna Tirta Mandiri di Kalurahan Madurejo.

Kepala Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, menyebut sejumlah pelaku usaha masih harus melengkapi persyaratan administrasi. Pemilik usaha wajib menyesuaikan KBLI 11052 pada Nomor Induk Berusaha (NIB).

Persyaratan lain mencakup verifikasi teknis industri, akun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga izin pemanfaatan air tanah bagi pengelola sumur bor.

"Disperindag Kabupaten Sleman akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha DAMIU agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi," kata Dwi di Sleman, Rabu 22 Juli 2026.

Upaya tersebut, lanjut Dwi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperkuat perlindungan konsumen, serta meningkatkan daya saing industri air minum olahan di Kabupaten Sleman.

Ia menegaskan pengawasan bertujuan memastikan produk yang beredar memenuhi standar higiene dan sanitasi.

"Karena itu, Pemkab Sleman mendorong pelaku usaha DAMIU untuk terus meningkatkan standar keamanan dan kualitas produk. Dengan demikian, keberadaan DAMIU tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga membantu menyediakan akses air minum yang aman, sehat, dan berkualitas," ujar Dwi.

Baca Juga

Ketua Tim Kerja Pengawasan dan Pengendalian Industri, Rahmat Wicaksono, memaparkan seluruh depot yang diperiksa masih beroperasi aktif. Penjualan harian berkisar antara 20 hingga 100 galon per hari.

Pelanggan mereka bervariasi, mulai dari rumah tangga, warung makan, reseller, hingga perusahaan swasta. Penjualan tertinggi tercatat di Depot Banyu Mili dengan rata-rata 100 galon per hari.

Sebagian besar tempat usaha sudah dilengkapi tandon, pompa, tabung filter stainless steel, lampu ultraviolet (UV), ozonizer, mesin Reverse Osmosis (RO), serta tangki penampung. Penggantian filter dilakukan secara berkala.

Mengenai sumber air baku, empat dari lima depot mengandalkan pasokan air curah dari Tirta Jaya. Satu depot lainnya memanfaatkan air tanah dari sumur bor pribadi.

Tim pengawas menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pekerja belum optimal menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memproses air.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com