News . 23/07/2026, 17:36 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Perjalanan sejauh ratusan kilometer ditempuh Basuni Yusuf mengendarai bajaj dari Yogyakarta menuju Bandung.
Sopir bajaj tersebut membawa istri dan anaknya demi mengantar sang putra, Andromeda Sufi Anggoro, yang diterima berkuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.
Menghabiskan waktu perjalanan hingga 24 jam, rombongan keluarga sederhana ini tiba di Kampus Ganesha ITB pada Senin 20 Juli 2026.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. di Wisma Rektor.
Andro, sapaan akrabnya, berhasil menembus salah satu kampus teknik terbaik nasional tersebut melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Alumnus SMA Negeri 4 Yogyakarta ini sudah mengidamkan kampus ITB sejak kelas X SMA.
Mimpi Andro berkuliah di Bandung sempat terhalang kondisi finansial. Sang ayah awalnya ragu mampu menopang biaya hidup dan pendidikan di luar kota.
Atas saran orang tuanya, Andro sempat mencoba berkuliah di Yogyakarta. Namun, memasuki semester kedua, tekadnya untuk masuk ITB kembali membara.
"Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya," kata Andro.
Guna menyiasati keterbatasan, ia mempersiapkan tes UTBK secara mandiri tanpa sepengetahuan keluarga. Pembelajaran daring dari YouTube dan simulasi tes online menjadi senjata utamanya dalam menguasai materi.
Keberhasilan Andro lolos SNBT sempat membuat Basuni bingung memikirkan kesiapan biaya. Dorongan kuat sang istri akhirnya mantap meyakinkan Basuni untuk mendukung penuh langkah anaknya.
Nama Andromeda yang melekat pada dirinya bukan tanpa alasan. Basuni menyelipkan doa agar sang putra memiliki horizon pemikiran yang luas bagaikan Galaksi Andromeda.
Doa tersebut selaras dengan minat akademik Andro. Pemuda ini menargetkan masuk ke Program Studi Astronomi setelah menyelesaikan Tahap Persiapan Bersama (TPB). Ketertarikannya pada rahasia alam semesta makin kuat seusai mendengarkan ceramah keagamaan tentang penciptaan langit.
"Saya ingin mendalaminya karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas," tutur Andro.
Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menegaskan pihak kampus terus berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya.
Kampus tidak membeda-bandakan latar belakang ekonomi calon mahasiswa selama memiliki kemampuan akademik yang mumpuni.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media