Kukuhkan Pengurus BAZNAS, Bupati Sleman Minta Pengelolaan Zakat Transparan
Bupati Sleman Harda Kiswaya saat mengukuhkan pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya.Foto:dok.kominfo
jogja.fin.co.id - Kepercayaan pembayar zakat menjadi kunci utama optimalisasi potensi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Tanpa tata kelola yang terbuka, penghimpunan dana dari masyarakat sulit berkembang maksimal.
Hal tersebut ditekankan Bupati Sleman Harda Kiswaya saat mengukuhkan pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Kamis 23 Juli 2026 malam.
Pengukuhan pimpinan periode baru ini berjalan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 54.3/Kep.KDH/A/2026 tertanggal 2 Juli 2026.
Susunan pengurus kini dipimpin Muhyi Darmaji sebagai Ketua, didampingi tiga Wakil Ketua yaitu Andung Prihadi Santoso, Muhaimin, dan Nasirun.
Baca Juga
Harda mengingatkan pimpinan baru BAZNAS memikul tanggung jawab besar. Pengelolaan dana masyarakat wajib mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, serta akuntabilitas.
"Dengan menghadirkan pelayanan yang baik dan tata kelola yang profesional, kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat, sehingga potensi zakat di Kabupaten Sleman dapat dihimpun dan dimanfaatkan secara optimal," ujar Harda.
Untuk menjaga integritas lembaga, Harda meminta pengurus BAZNAS menerapkan filosofi Jawa "Hayem Hayom" dalam menjalankan tugas harian. Nilai lokal ini menekankan peran pimpinan dalam memberi rasa aman, tenteram, dan mengayomi masyarakat.
"Nilai Hayem Hayom inilah yang saya harapkan menjadi semangat kepemimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman. Jadilah pengayom bagi para mustahik yang membutuhkan uluran tangan, sekaligus menjadi mitra yang terpercaya bagi para muzakki yang menitipkan amanah zakatnya," kata Harda.
Pengelolaan zakat yang akuntabel diakui memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra utama Pemkab Sleman. Dana yang terkumpul dari para muzakki disalurkan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, penguatan ekonomi warga, hingga sektor pendidikan dan kesehatan.
Harda turut mengajak instansi pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat meningkatkan kesadaran berzakat lewat lembaga resmi. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memaksimalkan dampak penyaluran zakat bagi kesejahteraan warga Sleman.