MBG Berujung Petaka, SMKN 2 Yogyakarta Tolak Program MBG Usai Ratusan Murid Keracunan
Ilustrasi Gedung SMKN 2 Yogyakarta.Foto:Wikipedia
jogja.find.co.id - Alih-alih mendapat asupan sehat, ratusan pelajar di Yogyakarta justru tumbang massal setelah menyantap hidangan yang dibagikan melalui program pemerintah. Kasus ini memaksa pihak sekolah mengambil sikap tegas dengan menghentikan sementara distribusi makanan tersebut.
Sebanyak 413 siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Kota Yogyakarta mengalami gangguan kesehatan serius seperti mual, pusing, hingga diare. Gelombang keluhan ini bermula dari pembagian menu Makan Bergizi Gratis yang bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Caturtunggal, Depok, Sleman.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suci Rohmadi, membeberkan sekolah menerima total 1.952 porsi makanan yang didistribusikan dalam dua sesi pengiriman pada pagi hari. Seluruh penerima diwajibkan menghabiskan jatah makanan tersebut sebelum pukul 10.00 WIB.
Dampak buruk dari menu makanan tersebut tidak langsung terlihat saat jam sekolah usai. Keluhan baru dirasakan para korban ketika malam hari menjelang.
Baca Juga
Keesokan paginya, banyak siswa tidak hadir akibat kondisi fisik yang melemah. Pihak sekolah langsung menyebar angket pendataan untuk menghitung secara pasti jumlah korban terdampak.
Berdasarkan laporan dari pihak sekolah, dugaan sementara mengarah pada olahan ayam gongso yang disebut tidak matang sempurna.
"Tapi ini baru dugaan, karena harus diteliti lebih lanjut," ujar Suci Rohmadi.
Menanggapi insiden luar biasa ini, pihak SMKN 2 Yogyakarta langsung mengambil keputusan pengamanan. Penyaluran menu makanan bergizi gratis dihentikan total sampai investigasi selesai dilakukan.
Langkah antisipasi ini diambil sambil menunggu hasil uji laboratorium resmi dari sampel makanan yang sudah diamankan oleh Puskesmas Jetis.
"Sekali lagi ini masih dugaan. Kepastian penyebab harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," ujar Suci.
Baca Juga
Saat ini sampel makanan yang dibagikan telah diambil oleh Puskesmas Jetis untuk pemeriksaan.
"Dan sebagai langkah antisipasi, SMKN 2 Yogyakarta menghentikan sementara penerimaan makanan ini hingga proses investigasi selesai," tegas Suci.