Senin, 27 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Malioboro Bebas Kendaraan, Sultan Jamin Aktivitas Bisnis Toko Tak Mati

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
24/07/2026, 08:59 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Malioboro Bebas Kendaraan, Sultan Jamin Aktivitas Bisnis Toko Tak Mati

Gubernur DIY Sri Sultan HB X.foto:ig

jogja.fin.co.id - Wacana penutupan total kawasan Malioboro bagi kendaraan bermotor sempat memicu kekhawatiran para pemilik toko dan pelaku usaha setempat. Banyak pedagang risau kebijakan pedestrian penuh bakal mematikan arus distribusi barang pasokan mereka.

Menanggapi keresahan tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan kepastian.

Sultan mengatakan penataan Malioboro tidak dirancang untuk memutus total akses kendaraan logistik. Aktivitas bongkar muat barang ke toko maupun hotel tetap diakomodasi melalui pengaturan waktu dan izin tertentu.

"Di sana kan tidak mungkin kalau tidak pakai kendaraan. Tapi ruang-ruang seperti itu dibuka hanya pada waktu-waktu tertentu, dengan izin tertentu. Jangan bayangkan terus apa-apa tidak boleh," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 23 Juli 2026.

Sultan menjelaskan tujuan penataan kawasan pusat Kota Jogja ini adalah menciptakan ketertiban dan kebersihan. Kebijakan pedestrian akan percuma jika kawasan tetap ruwet dan tidak teratur.

Selain membatasi kendaraan di jalan utama, Pemda DIY bakal menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan. Sultan menyoroti keberadaan bentor dan andong yang kerap mengambil jatah lahan tidak pada tempatnya sehingga mempersempit ruang jalan.

Penerapan konsep pedestrian penuh ini otomatis mengubah pola lalu lintas di sekitar Malioboro. Jalan-jalan penghubung atau jalan sirip nantinya berfungsi sebagai akses menuju kantong parkir.

Pengunjung wajib memarkir kendaraan di area tersebut sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

"Dulu konsepnya Malioboro itu jalur utama. Sehingga dari Malioboro baru orang belok ke Dagen, ke Pajeksan dan sebagainya. Tapi kalau itu nanti di-close Malioboro, ya berarti dari Bhayangkara masuk Dagen, masuk Pajeksan untuk parkir," ujar Sultan.

Perubahan rute ini membuat kebutuhan kantong parkir meningkat pesat. Sultan membuka kesempatan luas bagi pihak swasta maupun warga setempat untuk menyediakan lahan parkir memanfaatkan rumah kosong di sekitar jalan sirip.

Baca Juga

Pemerintah Kota Yogyakarta langsung merespons arahan provinsi. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk mengkaji kondisi sepuluh jalan sirip di kawasan Malioboro.

"Kami sudah membentuk tim karena ada sirip-sirip itu jumlahnya ada 10 sirip yang harus kita kondisikan secara serius. Maka minggu ini kami menurunkan tim, satu sirip satu tim untuk mengkaji," kata Hasto.

Tim tersebut bertugas memetakan masalah spesifik di setiap jalan sirip. Kajian mencakup kondisi pedagang, akses putar balik kendaraan, hingga ketersediaan lahan parkir.

Hasil kajian ini akan dibahas bertahap bersama Pemda DIY mulai pekan depan untuk menentukan eksekusi penataan kawasan secara menyeluruh.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja