Sultan Minta Penertiban Bentor dan Andong Jelang Pedestrian Penuh Malioboro
Deretan bentor dan andong melintas di kawasan jalan Malioboro Yogyakarta. foto:FarhanAbas/unsplash
jogja.fin.co.id - Keberadaan becak motor (bentor) dan andong yang parkir sembarangan makin mempersempit ruang gerak di kawasan Malioboro. Seringkali parkir di bahu jalan dinilai memicu kesemrawutan lalu lintas. Kondisi itu mendapat perhatian serius dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sultan meminta penataan kawasan pedestrian penuh Malioboro diimbangi dengan ketertiban transportasi lokal. Menurutnya, konsep kawasan pejalan kaki bakal sia-sia jika area sekitar tetap kumuh dan tidak teratur.
"Sekarang kan sudah kita lihat bentor manggon di lahan andong, andong jadi parkir pinggir jalan, jadi mempersempit jalan, jadi crowded," ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta Kamis 23 Juli 2026.
Karena, itu lanjut orang nomor satu di DIY ini, apabila Jalan Malioboro dikhususkan untuk pedestrian maka tidak ada lagi kesemrawutan tersebut.
Baca Juga
"Nanti hal seperti itu tidak boleh terjadi. Kalau terjadi ya nanti di depan Pasar Beringharjo itu ya tetap rupek," sambungnya.
Sultan menegaskan tujuan penataan Malioboro bukan cuma membatasi akses kendaraan bermotor. Kawasan pusat Jogja ini harus bebas dari parkir liar agar wisatawan dan warga merasa nyaman.
Penerapan pedestrian penuh otomatis mengubah sirkulasi kendaraan. Jalan-jalan penghubung atau jalan sirip bakal difungsikan sebagai akses utama menuju kantong parkir.
Menindaklanjuti arahan provinsi, Pemerintah Kota Yogyakarta langsung membenahi sepuluh jalan sirip di sekitar Malioboro. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pembentukan tim khusus untuk mengurai masalah di tiap ruas jalan.
"Kami sudah membentuk tim karena ada sirip-sirip itu jumlahnya ada 10 sirip yang harus kita kondisikan secara serius. Maka minggu ini kami menurunkan tim, satu sirip satu tim untuk mengkaji," kata Hasto.
Kajian mencakup penataan pedagang, ruang putar balik kendaraan, hingga penyediaan kantong parkir resmi.
Baca Juga
- Kukuhkan Pengurus BAZNAS, Bupati Sleman Minta Pengelolaan Zakat Transparan
- Sultan Minta Penertiban Bentor dan Andong Jelang Pedestrian Penuh Malioboro
Hasil pemetaan ini dibahas bertahap bersama Pemda DIY mulai pekan depan demi memastikan kawasan Malioboro siap menerapkan sistem pedestrian penuh.