News . 04/08/2026, 17:01 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Anak Laki-Laki di DIY Kini Wajib Vaksin HPV untuk Cegah Kanker

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Kementerian Kesehatan RI memperluas sasaran imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mulai Agustus 2026, anak laki-laki kelas 5 SD atau berusia sekitar 11 tahun menerima suntikan vaksin HPV melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

DIY menjadi satu dari tiga provinsi pertama yang menjalankan program ini bersama DKI Jakarta dan Bali. Penunjukan DIY merujuk pada tingginya cakupan imunisasi HPV anak perempuan di wilayah tersebut yang sudah menembus angka 90 persen.

Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr Indri Yogyaswari, MARS, menyebut pemberian vaksin kepada anak laki-laki bertujuan mendukung eliminasi kanker leher rahim pada perempuan.

"Kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali," ujar Indri dalam konferensi pers, Selasa 4 Agustus 2026.

Pemberian imunisasi kepada anak laki-laki berfungsi memutus rantai penularan virus HPV. Laki-laki dewasa yang terinfeksi virus kerap tidak bergejala, namun berpotensi menularkan virus penyebab kanker serviks kepada pasangan perempuannya.

Kemenkes mengolah program ini secara bertahap sebelum menerapkannya secara nasional (nationwide). Penyesuaian skema ini diambil setelah Kemenkes merevisi rencana aksi nasional.

"Saat ini renaksi tersebut sedang dalam proses revisi, jadi kami ingin membuat program yang lebih bertahap," kata Indri.

Setelah DIY, DKI Jakarta, dan Bali, program diperluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027. Jawa Timur menyusul pada 2028. Total tujuh provinsi menjadi wilayah uji coba selama tiga tahun sebelum program berlaku serentak di seluruh Indonesia.

Indri menambahkan, pelaksanaan bertahap mengikuti rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional (KIN) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Syaratnya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen. Jadi inilah alasannya kenapa kami bikin bertahap, tidak langsung nationwide," tutur Indri.

Pendekatan bertahap memberikan ruang bagi Kemenkes untuk mengevaluasi efektivitas distribusi dan penyerapan vaksin sebelum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com