News . 07/08/2026, 13:57 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo menelan korban. Sebanyak 72 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami gejala keracunan masal usai mengonsumsi paket makanan bantuan tersebut.
Insiden bermula saat paket makanan dari penyedia SPPG Janti Mubarok 940 dibagikan kepada para siswa pada Senin 3 Agustus 2026 pukul 11.30 WIB. Hasil pemeriksaan awal pihak sekolah tidak menemukan keanehan fisik pada makanan, baik dari segi warna, bau, maupun rasa.
Kondisi berubah drastis pada Selasa 4 Agustus 2026 pagi. Seorang siswa mendatangi puskesmas karena sakit perut parah. Beberapa jam berselang, puluhan siswa lain menyusul dengan gejala mual, pusing, sakit perut, hingga diare.
Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Nanggulan untuk penanganan darurat. Data mencatat 71 siswa menjalani rawat jalan, sementara satu siswa sempat dilarikan ke RSUD Nyi Ageng Serang sebelum diizinkan pulang.
Penanganan kasus ini melibatkan kepolisian, TNI, kejaksaan, Dinas Kesehatan Kulon Progo, hingga penyedia makanan. Laporan per Kamis 6 Agustus 2026 menyebutkan jumlah korban yang bergejala menyusut hingga tersisa 10 siswa yang belum dapat masuk sekolah.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY menyatakan pemantauan terus dilakukan bersama Balai Pendidikan Menengah Kulon Progo dan Puskesmas Nanggulan.
Kepala Dikpora DIY, Raden Suci Rohmadi, mengatakan fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan para siswa.
"Kami prihatin atas laporan ini. Sejak informasi diterima, kami langsung berkoordinasi dengan sekolah, dinas kesehatan, dan puskesmas agar para siswa mendapat penanganan cepat," kata Suci.
Mengenai pemicu pasti kontaminasi makanan, Pemda DIY meminta masyarakat menunggu hasil uji laboratorium resmi.
"Kami menunggu hasil investigasi instansi berwenang agar informasi kepada publik tetap berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," tegas Suci.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan Program MBG. Evaluasi menyeluruh terhadap standar higienitas dan pengawasan katering penyedia makanan mutlak dilakukan agar keselamatan peserta didik tidak kembali dikorbankan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media