News . 11/08/2026, 21:05 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mencatat puluhan peristiwa kebakaran rumah, tempat usaha, hingga lahan kosong sepanjang Juni hingga Juli 2026. Mayoritas insiden dipicu oleh kelalaian manusia serta korsleting listrik.
Musim kemarau panjang yang diiringi cuaca terik dan angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas berisiko yang memicu kebakaran selama musim kemarau.
"Saat musim kemarau ini jangan membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Kebakaran yang terjadi kebanyakan karena faktor kelalaian manusia," ujar Bambang..
Data Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman mencatat insiden terbaru terjadi di area Makam Mojoloyo, Sumber Kidul, Kalitirto, Berbah, Selasa pada pukul 12.45 WIB. Api berawal dari aktivitas pembakaran lahan tebu yang disewa PG Madukismo.
Kondisi cuaca terik dan berangin membuat api merembet ke komplek pemakaman. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi tanah kas desa (TKD) milik Kalurahan Kalitirto.
Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga, relawan RCK, dan Damkar Sleman tanpa korban jiwa.
Sepanjang Juni dan Juli 2026, tercatat sedikitnya 23 kasus kebakaran melanda wilayah Sleman. Kebakaran lahan kerap dipicu aktivitas pembakaran sampah di area permukiman maupun kebun, seperti yang terjadi di Candibinangun Pakem, Maguwoharjo Depok, Sumberadi Mlati, Condongcatur Depok, Sidokarto Godean, dan Sariharjo Ngaglik.
Selain itu, kelalaian membuang puntung rokok sembarangan turut memicu kebakaran lahan di Umbulharjo, Cangkringan.
Sektor permukiman juga tak luput dari ancaman api. Korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran rumah dan tempat usaha di berbagai kecamatan, seperti Cangkringan, Gamping, Ngaglik, Depok, Kalasan, hingga Mlati.
Faktor kelalaian rumah tangga turut memicu kebakaran. Beberapa kejadian disebabkan oleh pemakaian kayu bakar yang lupa dimatikan di Margorejo Tempel, kelalaian menyalakan lilin dekat kain saat listrik padam di Sendangarum Minggir, hingga perebutan merebus telur yang ditinggal tidur di Sendangtirto Berbah.
BPBD Sleman mengimbau masyarakat memeriksa instalasi listrik secara berkala dan memastikan kompor serta api pembakaran benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Kesadaran bersama menjadi kunci mencegah potensi kebakaran di tengah puncak musim kemarau.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media