News . 11/08/2026, 18:37 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co,id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sejak 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Penetapan status ini merespons peringatan dini kekeringan meteorologis dengan kategori Siaga dari BMKG DIY.
Berdasarkan analisis BMKG, wilayah Kabupaten Sleman diprediksi mengalami curah hujan amat rendah, yakni hanya 0-20 mm per bulan.
Fenomena El Nino kategori kuat memperpanjang periode kemarau dari Juli hingga Dasarian I November, dengan puncak kemarau pada Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro mengungkapkan ancaman El Nino tahun ini menyebabkan dampak kekeringan menguat signifikan ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
"Prediksi BMKG tahun ini anomali akibat El Nino, kekeringan menguat moderat hingga menguat. Prediksinya kemarau agak panjang, awal musim hujan 2026 mundur ke akhir November bahkan Desember," kata Bambang saat jumpa pers di Sleman, Selasa 11 Agustus 2026.
Merespons potensi krisis air baku, Pemkab Sleman menyiapkan langkah penanganan non-struktural dan struktural.
BPBD mengajukan tambahan anggaran penanganan kekeringan sebesar Rp25 juta yang bersumber dari revisi anggaran murni serta Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Penyaluran bantuan air bersih sudah berjalan di beberapa titik terdampak.
"Pada periode 4-6 Agustus 2026, BPBD mendistribusikan 20.000 liter air bersih untuk 175 KK di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi akibat penurunan debit air Sungai Krasak," jelasnya.
Sebelumnya pada Juli, sebanyak 25.000 liter air bersih disalurkan untuk 63 KK di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan. Distribusi harian disiagakan sebanyak 2 tangki per hari sesuai kebutuhan wilayah.
Menurutnya, sektor mitigasi struktural melibatkan perbaikan dan pembuatan jaringan air bersih. DPUPKP Sleman merehabilitasi rutin bendung, embung, dan mata air, serta berkoordinasi dengan BBWSSO untuk mengoptimalkan 57 titik sumur dalam.
Masyarakat dibantu membangun sumur bor mandiri dan jaringan Pamsimas. BPBD juga menyiagakan hidran umum (HU) pinjam pakai dari BPBPK DIY serta menyiapkan armada truk tangki air bersih.
Penanganan dampak kekeringan turut melibatkan jajaran dinas teknis. Dinas Pertanian mengedukasi petani mengenai penyesuaian masa tanam dan penggunaan komoditas tahan kering.
Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup mengimbau warga tidak membakar sampah untuk mencegah kebakaran lahan. PDAM Tritamarta melakukan pengurasan unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk menjaga kelancaran distribusi perpipaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media