News . 12/08/2026, 19:48 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pelaku usaha dan investor yang berniat menanamkan modal di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak perlu risau soal keterbatasan daya energi. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta mencatat cadangan pasokan listrik di DIY masih tersisa 35 persen.
Saat ini beban puncak pemakaian listrik di DIY baru mencapai 65 persen dari total kapasitas daya yang tersedia. Kondisi ini memberikan ruang yang sangat aman untuk mendukung ekspansi bisnis, pariwisata, hingga kawasan industri baru.
General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo menyampaikan laporan keandalan sistem tersebut langsung kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Rabu 12 Agustus 2026.
"Alhamdulillah pasokan kalau untuk DIY itu sangat aman, sangat aman sekali. Jadi beban puncak maksimum itu masih di kisaran 65 persen," kata Deri usai pertemuan itu.
Ketersediaan daya yang melimpah ini disiapkan PLN untuk menopang pertumbuhan ekonomi kawasan regional.
"Untuk investor apa pun untuk masuk ke DIY ini bisa kita layani insya Allah dengan baik," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan operasional, PLN UID Yogyakarta kini berdiri sendiri dengan membawahi tiga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3). UP3 Sleman melayani wilayah Kabupaten Sleman, UP3 Sedayu mencakup Kulon Progo dan Bantul, sedangkan UP3 Yogyakarta dan Wonosari mengover Kota Yogyakarta serta Kabupaten Gunungkidul.
Selain menjamin pasokan industri, PLN turut mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Saat ini telah beroperasi 33 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh wilayah DIY.
Targetnya, ada penambahan 26 unit SPKLU baru yang akan dibangun hingga akhir tahun 2026.
Penambahan jaringan pengisian daya ini disiapkan untuk memanjakan wisatawan maupun warga lokal yang melintas dari arah utara, selatan, timur, hingga barat Yogyakarta.
Deri juga memastikan insiden gangguan jaringan (blackout) yang sempat terjadi sebelumnya sudah tertangani sepenuhnya melalui pembenahan sistem secara menyeluruh.
"Oh, itu alhamdulillah sudah teratasi dengan baik. Jadi insya Allah mudah-mudahan ke depannya sudah tidak ada lagi. Sudah clear," tegas Deri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media