News . 12/08/2026, 14:05 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman menggandeng Danantara untuk merealisasikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) senilai Rp3 triliun. Fasilitas yang disiapkan di Kawasan Piyungan tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk merealisasikan proyek PSEL yang sekaligus diharapkan mampu mengurangi persoalan sampah di DIY.
Kesepakatan ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa 11 Agustus 2026.
Momen tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Director of Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman.
Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Sleman menyiapkan pasokan sampah harian serta kesiapan lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas PSEL.
Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani sekaligus menangani lonjakan volume sampah harian.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat memberikan nilai tambah dari persoalan limbah domestik yang selama ini menjadi beban daerah.
"Dengan adanya pengolahan sampah menjadi energi listrik, kami berharap sampah tidak hanya menjadi persoalan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah," ujar Harda.
Ia menegaskan Pemkab Sleman akan mengawal proses kerja sama sesuai aturan hukum yang berlaku. Pasokan sampah dari Sleman juga dijamin terus mengalir agar operasional fasilitas PSEL nantinya dapat berjalan optimal.
"Pemerintah Kabupaten Sleman tentu akan mendukung proses kerja sama agar dapat berjalan dengan baik. Harapannya, investasi ini dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," katanya.
Proyek PSEL senilai Rp3 triliun tersebut saat ini masih berada pada tahap pra-konstruksi. Teknologi pengolahan sampah yang digunakan ditargetkan mampu mengubah sampah menjadi energi sekaligus mengurangi beban sisa buangan sampah akhir di DIY.
Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman menjelaskan, tahapan proyek saat ini memasuki persiapan konstruksi.
"Saat ini memasuki tahap persiapan konstruksi berupa kajian lingkungan, desain teknik, dan pematangan lahan," jelas Fadli.
Fasilitas fisik PSEL rencananya dibangun di Kawasan Piyungan. Pengerjaan konstruksi dijadwalkan mulai Januari 2027 dan ditargetkan rampung pada akhir 2028.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media