Sport . 18/08/2026, 19:31 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman menerapkan pendekatan ilmiah (sport science) serta pengaturan gizi terukur dalam membina atlet binaan. Metode ini menjadi bagian dari enam pilar pembinaan prestasi untuk mencetak atlet berkelas nasional hingga internasional.
Keberhasilan Sleman meraih juara umum Porda DIY empat kali berturut-turut lahir dari tata kelola yang terencana. Pada Porda DIY 2025 lalu, kontingen Sleman memboyong 170 medali emas, 178 perak, dan 203 perunggu.
"Prestasi Sleman bukan instan. Rumusnya adalah kolaborasi, konsistensi, data, dan pembinaan berjenjang," ujar Ketua KONI Sleman Haris Sutarto saat jumpa pers di Sleman, Selasa 18 Agustus 2026.
KONI Sleman mematok enam pilar utama pembinaan, mencakup peningkatan kualitas SDM atlet dan pelatih, penyediaan sarana prasarana, identifikasi bakat alami, pelaksanaan kompetisi berjenjang, penerapan sport science, hingga pemenuhan kebutuhan anggaran.
Pengurus cabor didorong rutin menggelar kompetisi kelompok umur mulai usia dini, seperti kelompok umur (KU) 6 tahun, 12 tahun, dan 18 tahun. Pembinaan fisik turut diimbangi dengan pendampingan mental serta sosial.
"Pendekatan ilmiah memperhatikan gizi atlet, model latihan terukur, dan evaluasi berkelanjutan. Frekuensi latihan disesuaikan dengan level umur serta target kompetisi," tutur Haris.
KONI Sleman mengoordinasikan 53 cabang olahraga untuk menghadapi Porda DIY XVIII 2027 di Kulon Progo. Target utama yakni mengamankan gelar juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Persiapan intensif dilakukan lewat Pusat Pelatihan Kabupaten (Puslatkab) 2026–2027 yang berlangsung selama 14 bulan, mulai Juli 2026 hingga Agustus 2027. Program ini diikuti 1.399 peserta, terdiri dari 1.265 atlet dan 134 pelatih dari 50 cabor.
Seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Puslatkab mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) melalui BPJS Ketenagakerjaan. Penjaringan atlet di tingkat desa juga diperkuat lewat Koordinator Olahraga Kapanewon (KORKAP) periode 2026–2029 sebagai unit pemantau bakat di akar rumput.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media