Eksplore Jogja . 16/08/2026, 13:55 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Bentangan Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter yang diarak sekitar 1.000 peserta di kawasan Malioboro ternyata menyimpan arti khusus. Angka 481 tersebut memiliki pesan simbolis mendalam terkait keberagaman dan usia Indonesia.
Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengungkapkan, angka empat melambangkan empat penjuru mata angin. Sementara itu, angka 81 merujuk pada usia Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.
"Kenapa kita adakan kegiatan ini adalah mengajak bahwa kita bersama-sama, tanpa perbedaan, menyadari bahwa kita adalah satu bangsa," kata Yuniar, Sabtu 15 Agustus 2026.
Aksi pengarakan bendera utuh tanpa sambungan ini membentang dari Tugu Jogja hingga Titik Nol Kilometer. Agenda ini disaksikan langsung oleh ribuan warga serta wisatawan yang memadati pusat kota.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas langsung rombongan kirab dari Gerbang Barat Kompleks Kepatihan. Sultan menekankan pentingnya momen ini sebagai ruang perjumpaan masyarakat untuk menanamkan jiwa kebangsaan kepada generasi muda.
Sultan juga mengapresiasi keunikan kain yang dibawa peserta. Bendera sepanjang 481 meter tersebut diproduksi secara utuh tanpa ada potongan yang disambung.
"Yang penting benderanya sepanjang 481 itu tidak dijahit, utuh lho. Bukan potongan-potongan yang disambung," kata Sultan.
Masyarakat dan wisatawan di sepanjang jalur kirab diajak ikut memegang kain bendera saat iring-iringan melintas. Pelibatan publik secara langsung ini diharapkan memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.
Kirab Merah Putih di Jalan Malioboro ini merupakan bagian dari pembuka agenda Jogja Merah Putih menyambut HUT ke-81 RI. Rangkaian kegiatan tidak berhenti di pusat kota saja.
Penyelenggara dijadwalkan kembali menggelar aksi pembentangan bendera serupa di Pantai Parangtritis pada Sabtu 22 Agustus 2026 mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media