Momen Unik 999: Pameran Gen-Z Batik Preneur Sleman Siap Digelar 9 September 2026
Karya kain batik buatan peserta Gen-Z Batik Preneur Sleman dipajang dalam pameran Grha Kriya Dekranasda Sleman.Foto:dok.diskominfo
jogja.fin.co.id - Sembilan alumni program Gen-Z Batik Preneur siap membawa produk mereka ke hadapan publik. Mengusung momentum unik angka 999—sembilan alumni, 9 September, dan satu panggung karya—pameran hasil pelatihan ini akan berlangsung di Grha Kriya Dekranasda Kabupaten Sleman pada Rabu, 9 September 2026.
Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 ini digagas oleh Dekranasda Kabupaten Sleman bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sebelum pameran utama berlangsung, para peserta telah menguji karya mereka di pasar umum. Hasil buatan peserta tampil di Jogja Fashion Week (JFW) 2026 pada 13–16 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC).
Dua lembar kain karya peserta terjual dengan total nilai Rp550.000 selama agenda JFW berlangsung. Penjualan tersebut menjadi bukti awal bahwa karya rakitan tangan perajin muda ini diterima konsumen.
Baca Juga
"Membeli karya mereka bentuk apresiasi, validasi pasar, dan dukungan agar generasi muda terus berkarya," ujar pihak penyelenggara.
Hasil tersebut didapat setelah para alumni menjalani pelatihan intensif selama 250 Jam Pembelajaran. Rinciannya mencakup 70 JP teori dan 180 JP praktik.
Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik pembuatan batik hingga aspek bisnis modern. Peserta mempelajari karakter kewirausahaan, manajemen usaha, pemasaran digital, dan pemanfaatan marketplace.
Selama pelatihan, peserta menerima fasilitas pendukung rintisan usaha. Bantuan alat meliputi kompor batik, canting, gawangan, wajan, set alat ciprat, bak pewarna, timbangan digital, serta paket studio konten dan live streaming.
Pelaksanaan program ini disokong kolaborasi berbagai institusi. Lembaga yang terlibat antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Bank BPD DIY Cabang Sleman, HIMKI DPD Sleman Raya, BRI Cabang Sleman, dan KADIN Sleman.
Sektor instruktur diisi oleh praktisi dari Jogja Digital Academy, Batik Nakula Sadewa, Tiray Art Batik, dan Batique Batik.
Baca Juga
Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, S.E., menggarisbawahi pentingnya pelestarian batik berbasis pengembangan generasi muda. Parmilah menilai generasi muda perlu diberi ruang mempelajari dan menjadikan batik sebagai bagian dari masa depan mereka.
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, S.T., M.Ec.Dev., menegaskan peserta harus memahami aspek hilir bisnis. "Peserta perlu memahami konsumen, pasar, kemasan, promosi, dan hubungan dengan pelanggan," tutur Dwi Wulandari.
Masyarakat umum dapat menghadiri pameran di Grha Kriya Dekranasda Sleman pada 9 September 2026 untuk melihat produk, berinteraksi langsung dengan pembuatnya, serta membeli karya perajin muda tersebut.