Mayat Bertato Ngambang di Selokan Mataram Terungkap Identitasnya, Polisi: Bukan Korban Pembunuhan
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro.Foto:IST
jogja.fin.co.id - Identitas jasad pria bertato yang sempat menggegerkan warga di sodetan Selokan Mataram arah Kali Code, bawah Jembatan Baru UGM, akhirnya terungkap. Kepolisian memastikan korban berinisial RS (40), warga Medari, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, dan menegaskan tidak ada indikasi tindak pidana pembunuhan.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim INAFIS Polresta Sleman melakukan pencocokan sidik jari dan mengonfirmasinya kepada pihak keluarga korban.
"Setelah melalui pemeriksaan sidik jari INAFIS hasilnya, ditemukan identitas korban, dan sudah dikonfirmasi ke keluarganya, korban adalah inisial RS (40)," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Rabu 2 September 2026.
Baca Juga
Argo menjelaskan, berdasarkan hasil medis dan autopsi di RS Bhayangkara, tim dokter tidak menemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh korban. Luka lecet di area telinga dan belakang kepala dipastikan akibat benturan bentang alam saat korban terbawa arus sungai.
Pihak keluarga membenarkan RS telah meninggalkan rumah tanpa kabar sejak satu minggu sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Dari pemeriksaan autopsi tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban, bukan korban pembunuhan," tegas Argo.
Sebelumnya, jasad RS pertama kali ditemukan mengambang oleh seorang pencari lumut di Kali Code kawasan Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman, Selasa 1 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Penemuan tersebut lantas dilaporkan ke pedagang angkringan sekitar dan diteruskan ke Polsek Mlati serta TRC BPBD Sleman.
Saat dievakuasi, korban mengenakan pakaian tanpa identitas dengan ciri fisik tinggi 168 sentimeter dan memiliki tato khas di bagian dada serta perut.
Baca Juga
Setelah seluruh proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, jenazah RS langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Temanggung.