News . 04/09/2026, 21:54 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Gempa magnitudo 5,3 yang mengguncang perairan Cilacap membuat operasional kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sempat dihentikan mendadak. Sebanyak 20 perjalanan kereta api melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) sesaat setelah gempa terjadi pada pukul 12.05 WIB, Jumat 4 September 2026.
Penghentian sementara itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan jalur rel, jembatan, sistem persinyalan, hingga rangkaian kereta tetap aman setelah guncangan terjadi.
Petugas KAI Daop 6 Yogyakarta langsung menyisir sejumlah jalur untuk memastikan tidak ada kerusakan maupun gangguan pada prasarana perkeretaapian.
Akibat pemeriksaan tersebut, sejumlah perjalanan KA jarak jauh, regional, Commuter Line, hingga kereta bandara mengalami keterlambatan dengan durasi 12 hingga 38 menit.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyatakan seluruh tim teknis langsung diturunkan ke jalur guna menyisir prasarana pasca-guncangan.
"KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih banyak atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut," kata Feni.
Pemeriksaan Ketat Jalur Rel dan Jembatan
Pemeriksaan menyeluruh mencakup infrastruktur penunjang, kondisi rel, jembatan, serta fisik rangkaian kereta yang sedang melintas. Prosedur penanganan darurat ini wajib dijalankan demi menjamin aspek keselamatan perjalanan para penumpang.
Akibat pemeriksaan mendadak tersebut, puluhan perjalanan KA jarak jauh, regional, hingga Commuter Line mengalami keterlambatan dengan rentang waktu 12 hingga 38 menit.
Berikut daftar 20 perjalanan kereta api yang sempat tertahan di wilayah Daop 6 Yogyakarta:
PLB 170B Malioboro Ekspress Purwokerto–Malang (tertahan 23 menit)
KA 704 Commuter Yogyakarta–Palur (tertahan 34 menit)
KA Sancaka Yogyakarta–Surabaya Gubeng (tertahan 30 menit)
KA 2602 Mawalo Tanker Rewulu–Madiun (tertahan 33 menit)
KA 154 Ranggajati Cirebon–Surabaya Gubeng (tertahan 28 menit)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media