Sport . 24/05/2026, 12:47 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air, Super League 2025/2026, telah resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan musim ini. Bersamaan dengan rampungnya kompetisi, operator liga Ileague secara resmi mengumumkan deretan pemenang penghargaan individu. Di tengah dominasi klub-klub papan atas, nama kontestan kebanggaan masyarakat Yogyakarta, PSIM Jogja, sukses mencuri panggung utama berkat aksi magis salah satu penggawa andalannya di lapangan hijau.
Gelandang berbakat PSIM Jogja, Muhammad Iqbal, resmi memenangkan penghargaan kategori Best Goal atau Gol Terbaik Super League 2025/2026. Keputusan PT Ileague memilih penggawa Laskar Mataram ini bersandar pada proses terciptanya gol salto yang sangat indah dan sarat teknik tingkat tinggi saat PSIM Jogja menjamu Madura United FC pada laga krusial pekan ke-33.
Gol akrobatik nan langka dari Muhammad Iqbal tersebut tidak sekadar menjadi penentu kemenangan 2-1 bagi PSIM Jogja atas Madura United, melainkan juga mendapat pengakuan luas dari para pengamat sepak bola nasional sebagai gol paling estetis sepanjang musim ini bergulir. Penghargaan internasional ini sekaligus mengukuhkan reputasi talenta lokal Yogyakarta di panggung elite sepak bola nasional.
Selain momentum emas yang diraih oleh punggawa PSIM Jogja, panggung penutupan kompetisi juga menobatkan Persib Bandung sebagai kampiun utama Super League 2025/2026. Keberhasilan ini mengukir sejarah baru dalam lembaran sepak bola Indonesia, di mana Maung Bandung sukses mencatatkan gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun alias meraih torehan hattrick juara liga.
Persib Bandung sukses mengunci takhta juara setelah bersaing ketat dengan Borneo FC Samarinda. Kedua tim sebenarnya sama-sama mengoleksi total 79 poin di akhir musim, namun armada Maung Bandung berhak mengangkat trofi berkat keunggulan catatan head to head atas tim Pesut Etam. Kesuksesan Persib semakin lengkap setelah sang juru taktik, Bojan Hodak, terpilih sebagai Pelatih Terbaik berkat rekor impresif yang hanya menelan tiga kali kekalahan dari total 34 pertandingan.
Meskipun gagal mengamankan trofi juara liga, Borneo FC setidaknya memborong tiga penghargaan individu bergengsi lainnya dari Ileague. Legiun asing mereka asal Argentina, Mariano Peralta, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik musim ini berkat kontribusi luar biasa berupa gelontoran 20 gol dan 14 assists. Penjaga gawang mereka, Nadeo Arga Winata, juga terpilih sebagai Kiper Terbaik setelah mencatatkan 12 kali cleansheet serta melakukan 130 aksi penyelamatan penting, sementara klub Borneo FC sendiri didaulat sebagai Tim Fair Play.
Untuk kategori pemain muda, gelar Best Young Player jatuh ke tangan bek sayap milik Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Pemain berusia 21 tahun tersebut berhasil memikat hati para panelis setelah dipercaya tampil sebanyak 26 laga dan menyumbangkan satu gol krusial bagi tim Macan Kemayoran.
Sementara itu, persaingan ketat di lini depan menobatkan bomber tajam milik Malut United, David da Silva, sebagai peraih sepatu emas alias Top Scorer musim ini. Striker haus gol asal Brasil tersebut tampil sangat ganas di kotak penalti lawan dengan mengemas total 23 gol serta menyumbang lima kali umpan matang (assists) bagi skuadnya.
Secara keseluruhan, distribusi gelar individu musim ini menunjukkan peta persaingan klub yang semakin merata dan kompetitif. Namun bagi publik sepak bola Yogyakarta, keberhasilan manuver gol salto Muhammad Iqbal milik PSIM Jogja yang masuk dalam buku sejarah penerima penghargaan terbaik liga tentu menjadi kebanggaan tersendiri yang sangat istimewa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media