Bupati Sleman Resmi Kukuhkan DKS 2026–2029, Budaya Lokal Diminta Tak Tenggelam
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengukuhkan anggota Dewan Kebudayaan Sleman periode 2026–2029 di Pendopo Parasamya.Foto:HumasSleman
jogja.fin.co.id – Pemerintah Kabupaten Sleman resmi mengukuhkan 16 anggota Dewan Kebudayaan Sleman (DKS) periode 2026–2029. Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, lembaga ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga motor penghubung antara tradisi dan perkembangan zaman.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Pendopo Parasamya, Selasa 26 Mei 2026. Hadir pula Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Alih-alih hanya menjadi forum seremonial, Dewan Kebudayaan Sleman diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan budaya daerah, mulai dari pelestarian tradisi, pembinaan seni, hingga penguatan identitas lokal di tengah perubahan sosial.
Tantangan Budaya di Tengah Perubahan Zaman
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai tantangan kebudayaan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi, hingga pergeseran minat generasi muda menjadi tantangan nyata dalam menjaga eksistensi budaya lokal.
Baca Juga
Karena itu, ia berharap Dewan Kebudayaan Sleman mampu menjadi ruang bertemunya gagasan lintas generasi sekaligus menjembatani tradisi dengan inovasi.
“Saya berharap DKS menjadi ruang pemikiran, ruang dialog, sekaligus ruang gerak yang mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan semangat inovasi,” ujar Harda.
Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Identitas budaya yang kuat dinilai dapat mendukung daya saing daerah sekaligus memperkuat karakter masyarakat.
Harda juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga bahasa daerah, menghormati adat istiadat, serta mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Diisi Akademisi hingga Seniman
Baca Juga
- Hadapi Disrupsi Digital, Wabup Sleman Danang Maharsa: Pancasila Harus Jadi Living Ideology!
- Langit Borobudur Berhias 2.570 Lampion Waisak, Wapres Gibran dan Menteri Ikut Terbangkan
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan anggota Dewan Kebudayaan Sleman dipilih melalui proses seleksi, termasuk tahapan wawancara.
Ke-16 anggota berasal dari latar belakang berbeda, mulai akademisi, budayawan, hingga seniman yang dinilai memahami persoalan kebudayaan di Sleman.
“Penentuan Dewan Kebudayaan ini sudah melalui proses seleksi wawancara dan berasal dari berbagai unsur, baik akademisi, budayawan, maupun seniman,” kata Ishadi.
Ia berharap komposisi tersebut mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang relevan terhadap persoalan budaya di Sleman, termasuk tantangan regenerasi pelaku seni dan upaya menjaga budaya lokal tetap dekat dengan masyarakat.
Sebagai lembaga nonstruktural, Dewan Kebudayaan Sleman nantinya bertugas memberi masukan kepada bupati terkait penyelenggaraan urusan kebudayaan, khususnya pada aspek pelestarian dan pengembangan budaya daerah.