Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

Tren Hybrid Cafe Makin Melejit, Coffee Shop Beralih Fungsi Jadi Ruang Produktif

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
28/05/2026, 09:34 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tren Hybrid Cafe Makin Melejit, Coffee Shop Beralih Fungsi Jadi Ruang Produktif

Suasana coffee shop modern di Indonesia yang digunakan pelanggan untuk bekerja dengan laptop sambil menikmati kopi.Foto:Unsplash@TheCoherenTeam

jogja.fin.co.id - Coffee shop di Indonesia mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Tempat yang dahulu identik dengan aktivitas nongkrong atau sekadar menikmati secangkir kopi kini berkembang menjadi ruang kerja alternatif bagi masyarakat urban.

Di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya, coffee shop tidak hanya menghadirkan menu kopi dan suasana nyaman. Banyak pelaku usaha mulai mengubah konsep kedai menjadi hybrid café, yakni ruang yang menggabungkan fungsi kafe dengan area kerja produktif layaknya kantor mini.

Perubahan ini muncul seiring berkembangnya budaya kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) yang semakin diterima masyarakat. Kehadiran internet cepat, laptop, serta kebutuhan mobilitas tinggi membuat banyak pekerja tidak lagi terpaku pada meja kantor konvensional.

“Coffee shop kini berubah fungsi menjadi ruang ketiga, tempat di antara rumah dan kantor yang mampu mendukung produktivitas sekaligus interaksi sosial,” demikian gambaran tren yang kini berkembang di berbagai kota besar Indonesia.

Advertisement

Budaya Kerja Fleksibel Ubah Fungsi Coffee Shop

Transformasi coffee shop menjadi ruang kerja bukan sekadar mengikuti tren global. Perubahan pola kerja masyarakat Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong fenomena ini.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet nasional telah melampaui 220 juta orang dalam periode 2024–2025. Tingginya penetrasi internet membuat aktivitas digital menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat. Rapat virtual, kolaborasi dokumen daring, pengiriman file berbasis cloud, hingga koordinasi lintas kota kini menjadi rutinitas banyak pekerja.

Di sisi lain, banyak perusahaan mulai menerapkan sistem kerja hybrid. Karyawan tidak lagi diwajibkan hadir penuh setiap hari di kantor. Sebagian bekerja dari rumah, sementara lainnya memilih ruang kerja alternatif yang lebih nyaman dan kondusif. Coffee shop kemudian hadir menjawab kebutuhan tersebut.

Bagi sebagian orang, rumah dianggap kurang ideal karena banyak distraksi. Sebaliknya, kantor tidak selalu menjadi pilihan praktis. Dalam situasi inilah coffee shop menawarkan keseimbangan antara suasana santai dan produktivitas.

Mengapa Coffee Shop Kini Mirip Co-Working Space?

Baca Juga

Meningkatnya tren kerja fleksibel membuat banyak coffee shop mulai beradaptasi. Pemilik usaha tidak lagi hanya fokus pada menu dan desain interior, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pelanggan yang bekerja berjam-jam.

Kecepatan internet, banyaknya colokan listrik, meja ergonomis, hingga area yang mendukung diskusi kecil kini menjadi daya tarik baru. Tak sedikit pelanggan memilih coffee shop berdasarkan kualitas WiFi dibanding menu minuman.

Fenomena tersebut membuat sejumlah kedai mulai menyediakan ruang meeting kecil, area kerja privat, hingga menggelar diskusi komunitas dan networking bisnis. Bagi pemilik usaha, perubahan konsep ini juga membuka peluang ekonomi baru. Pelanggan yang datang untuk bekerja umumnya menghabiskan waktu lebih lama dibanding pengunjung biasa. Kondisi itu mendorong peningkatan repeat order makanan maupun minuman.

Advertisement

“Kalau pelanggan nyaman bekerja berjam-jam, peluang transaksi tambahan otomatis meningkat,” menjadi logika bisnis yang kini banyak diterapkan pelaku usaha kopi.

Internet Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Hybrid Cafe

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja