Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Usung Konsep Ramah Lingkungan, Jogja Takbir Festival 2026 Larang Sound Horeg Masuk Malioboro!

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
29/05/2026, 09:34 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
 Usung Konsep Ramah Lingkungan, Jogja Takbir Festival 2026 Larang Sound Horeg Masuk Malioboro!

Jogja Takbir Festival 2026 mengusung konsep ramah lingkungan dan melarang menggunakan sound horeg menghindari kebisingan.Foto:IG

jogja.fin.co.id - Perayaan malam Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Yogyakarta menyuguhkan warna baru yang lebih sejuk bagi wisatawan dan warga lokal. Melalui gelaran Jogja Takbir Festival (JT Fest) 2026, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta menginisiasi pawai syiar Islam yang berfokus pada kelestarian alam di sepanjang kawasan Malioboro pada Jumat malam, 29 Mei 2026.

Penyelenggara sengaja mengarahkan festival tahunan ini untuk mengampanyekan kepedulian ekologi secara nyata. Mengusung tema “Muhammadiyah Jogja, Songsong Peradaban Hijau Berkemajuan”, ajang kreatif tersebut menjadi ruang edukasi publik demi merespons isu kedaruratan sampah yang tengah melanda wilayah perkotaan Yogyakarta.

Ketua Pelaksana JT Fest 2026, Luqman Abdurrahman, menyatakan bahwa gerakan moral ini selaras dengan program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) milik Pemerintah Kota Yogyakarta. Pihaknya ingin membuktikan bahwa kemeriahan syiar agama dapat berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kebersihan fasilitas publik.

Komitmen Zero Horeg dan Pembatasan Suara Bising

Advertisement

Selain fokus pada edukasi sampah, panitia memberlakukan aturan ketat berupa konsep zero horeg bagi seluruh peserta pawai. Regulasi ini melarang penggunaan sistem pengeras suara bervolume ekstrem atau kendaraan hias yang memicu polusi suara di sepanjang jalur protokol kota.

Panitia membatasi perangkat audio agar jalannya festival tetap aman, nyaman, dan ramah bagi pendengaran anak-anak maupun lansia yang menonton. Sebanyak 18 kafilah, termasuk 14 tim perwakilan kemantren se-Kota Yogyakarta, bersiap menampilkan kreativitas alternatif seperti parade kostum daur ulang, visualisasi maskot unik, serta aransemen musik perkusi yang dinamis tanpa bantuan pengeras suara raksasa.

"Rombongan pawai memulai pergerakan dari halaman Kantor DPRD DIY mulai pukul 18.00 WIB sesuai jadwal sterilisasi jalan, kemudian melakukan atraksi utama di sisi timur Museum Sonobudoyo, sebelum menyentuh garis finish di Alun-Alun Utara Yogyakarta," jelas Luqman.

Pengawalan Ketat dan Rekayasa Arus oleh Kepolisian

Aksi kampanye hijau dari AMM Kota Yogyakarta ini mendapatkan dukungan penuh dari jajaran kepolisian. Satlantas Polresta Yogyakarta menerjunkan personel gabungan untuk mengawal keamanan peserta sekaligus menjaga kenyamanan pengguna jalan lain melalui sistem Car Free Night (CFN).

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menegaskan bahwa kepolisian menyekat pintu masuk utama Malioboro dari arah timur (Jalan Abu Bakar Ali) mulai pukul 17.00 WIB untuk sterilisasi.

Baca Juga

Pengendara dari arah tersebut wajib melaju lurus ke arah Jalan Pasar Kembang. Petugas juga menutup seluruh akses jalan sirip kecil yang memotong jalur utama Malioboro demi keselamatan penonton pawai.

Pihak Satlantas memperluas penyekatan situasional mulai pukul 19.00 WIB pada titik-titik krusial seperti Simpang 4 Gondomanan, Simpang 3 RS PKU Muhammadiyah, Simpang 3 Pangurakan, dan Simpang 3 Ibu Ruswo.

Dia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu portabel dan petunjuk petugas di lapangan agar ketertiban berlalu lintas tetap terjaga selama perayaan festival ekologi ini berlangsung.

Advertisement

Bagi warga yang ingin menikmati kemeriahan tanpa harus menembus kepadatan arus Malioboro, pihak panitia juga menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung lewat kanal resmi YouTube Jogja Takbir Festival.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja