Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Hadapi Disrupsi Digital, Wabup Sleman Danang Maharsa: Pancasila Harus Jadi Living Ideology!

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
01/06/2026, 16:35 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Hadapi Disrupsi Digital, Wabup Sleman Danang Maharsa: Pancasila Harus Jadi Living Ideology!

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa membacakan amanat upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di hadapan ASN dan Forkopimda di Lapangan Pemda Sleman.Foto:HumasSleman

jogja.fin.co.id - Tantangan zaman yang bergerak cepat lewat arus globalisasi dan lompatan teknologi mutakhir menjadi sorotan utama dalam peringatan hari bersejarah di Kabupaten Sleman. Otoritas pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ideologi dasar negara sebagai filter utama dalam menghadapi era digital yang penuh ketidakpastian.

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara khidmat di Lapangan Pemda Sleman, Senin pagi, 1 Juni 2026. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang bertindak selaku Inspektur Upacara memberikan perhatian khusus pada dinamika zaman yang berpotensi menggerus nilai-nilai lokal.

Hadir langsung dalam upacara tersebut Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan ASN di lingkungan pemerintah setempat. Di bawah kibaran Bendera Merah Putih yang sukses dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sleman, Danang membacakan amanat tertulis dari Bupati.

Otoritas daerah memandang bahwa momentum 1 Juni harus menjadi penegas bahwa dasar negara bukan sekadar hafalan teks, melainkan instrumen aktif yang mampu menjawab tantangan modernisasi.

Advertisement

“Melalui tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, namun juga jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Danang Maharsa saat membacakan amanat di podium.

Menghadapi Ancaman Jagat Maya

Lebih lanjut, Danang menekankan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Fleksibilitas dan ketangguhan nilai dasar ini dinilai sangat mampu menjadi kompas moral di tengah derasnya arus informasi digital yang acapkali memicu polarisasi di masyarakat.

“Pancasila membawa Indonesia menjadi bangsa besar dengan keragaman suku, budaya, bahasa dan adat. Saat ini kita menghadapi tantangan globalisasi dan Disrupsi Digital. Namun berbekal Pancasila sebagai Living Ideology akan membuktikan ketangguhannya,” kata Danang menegaskan.

Melalui penegasan tersebut, Pemkab Sleman berharap para aparatur sipil negara dan generasi muda di Sleman tidak kehilangan arah dan identitas budayanya ketika berselancar di jagat maya yang tanpa batas.

Mengawinkan Pancasila dengan Falsafah Memayu Hayuning Bawono

Peringatan tahun ini terasa berbeda karena bertepatan langsung dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pemerintah Kabupaten Sleman memanfaatkan keselarasan tanggal ini untuk menyerukan gerakan peduli kelestarian alam sejalan dengan implementasi nilai luhur dasar negara.

Danang mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali mempraktikkan ajaran luhur masyarakat Jawa, yaitu Memayu Hayuning Bawono, sebuah falsafah mendalam tentang kewajiban manusia untuk memperindah dan menjaga keselamatan bumi. Konsep spiritual ini membuktikan bahwa pola hidup manusia tidak akan pernah bisa terpisah dari ekosistem lingkungan sekitarnya.

“Bumi adalah rumah kita semua. Mari jaga dan lestarikan dengan penuh cinta dan kita wariskan lingkungan yang layak untuk generasi mendatang,” ucap Danang di akhir arahannya.

Advertisement

Penyatuan visi antara ideologi negara dan kearifan lokal ini menjadi strategi Pemkab Sleman untuk membangun daerah yang tidak hanya cerdas secara digital, melainkan juga berkarakter kuat dan ramah terhadap lingkungan.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja